FWD Life Genjot Pengembangan Kualitas Agen

    Husen Miftahudin - 09 Januari 2020 20:01 WIB
    FWD Life Genjot Pengembangan Kualitas Agen
    Program Agency Kick-Off 2020 oleh FWD Life. Foto : Medcom. .
    Jakarta: Perusahaan asuransi jiwa PT FWD Life Indonesia (FWD Life) mengawali 2020 dengan berfokus pada pengembangan kualitas agen melalui program Agency Kick-Off 2020. Sebagai garda terdepan dalam mendongkrak jumlah nasabah, agen memainkan peranan terpenting dalam bisnis asuransi jiwa ini.

    Chief Agency Officer FWD Life Adi Chandra mengatakan, ada sekitar 400 agen yang ikut serta dalam Agency Kick-Off 2020 ini. Program yang digelar setiap awal tahun ini bertujuan untuk memberi informasi kepada agen dalam upaya mencapai target-target yang dicanangkan perusahaan selama 2020.

    "Acara di awal tahun ini untuk memperkenalkan program kita di 2020 mau ngapain. Terus nanti kita juga ada produk baru, inisiatif baru, hal-hal baru seperti perbaikan-perbaikan apa yang sudah kita kenalkan dan sudah kita lakukan untuk nanti agen-agen bisa manfaatkan di 2020 ini," ujar Adi dalam Agency Kick-Off 2020 FWD Life di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Januari 2020.

    Pengembangan kualitas agen diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan penjualan produk asuransi yang ditawarkan. Kualitas agen yang mumpuni diyakini juga mampu merealisasikan target perusahaan.

    "Jadi intinya kita punya target di 2020, apa yang bisa kita bantu dan support sebagai company FWD agar agen ini bisa lebih sukses lagi," ungkapnya.

    Adapun 400 agen yang ikut serta dalam Agency Kick-Off 2020 FWD Life ini merupakan agen-agen yang tersebar secara nasional. Perusahaan kini punya lebih dari 2.000 agen yang ada di 11 kota, di antaranya Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lombok.

    Agen Tombak Utama Edukasi dan Penetrasi Nasabah

    Menurut Adi, agen merupakan tombak utama dalam peningkatan layanan kepada nasabah. Hal ini sejalan dengan upaya agen dalam mengedukasi dan penetrasi nasabah.

    "Agen ini kan membantu nasabah untuk mencari dan mendapatkan solusi terhadap perlindungan yang terbaik buat mereka. Kita harus melatih mereka supaya mereka lebih mengerti customer, produk kita. Jadi bagaimana caranya supaya produk yang ada di kita itu ketika diberikan ke konsumen enggak ngasal, tapi sesuai dengan yang dibutuhkan," tutur Adi.

    Adi mengklaim langkah dan upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas agen berbeda dengan para pesaing. "Kita berani invest untuk agen dan leader-nya mendapatkan training yang benar-benar berbeda dengan yang lain."

    Pelatihan keagenan FWD Life dilakukan dengan menyekolahkan para agency leaders terpilih di INSEAD, Prancis. INSEAD merupakan sekolah bisnis terkemuka di dunia yang menyediakan program pelatihan kepemimpinan secara intensif untuk para agency leaders terkemuka di berbagai negara.

    "Tahun lalu kepilih lima (agency leaders), kita kontrak (kerja sama) dengan INSEAD untuk tiga tahun. Tahun ini kita belum putuskan berapa orang yang akan berangkat, tapi yang pasti akan ada yang berangkat," jelasnya.

    FWD Life juga bekerja sama dengan perusahaan konsultan marketing terkemuka di Indonesia, MarkPlus, dalam program pelatihan keagenan. Program ini ditujukan bagi para agen dan agency leaders, ada sekitar 200 orang yang disasar.

    "Di MarkPlus kita ada dua program, per program itu sekitar 100 orang dan programnya itu selama satu tahun. Ada kriteria tertentu, ada kriteria untuk mengejar MDRT (Million Dollar Round Table), ada juga yang sudah MDRT dan dia harus menggembleng anak-anak di bawahnya supaya jadi MDRT," tutur Adi.

    Selanjutnya ada program pelatihan agency leaders di perguruan tinggi ternama Indonesia. Program anyar yang diharapkan berjalan di kuartal I-2020 ini ditujukan untuk mengembangkan keilmuan, teknik, dan leadership.

    "Kita on process untuk bekerja sama dengan salah satu universitas terkenal. Di sana, ada dua kategori leader, masing-masing kategori itu 15 orang. Jadi kita pilih maksimum 30 leader," urai Adi.

    Perusahaan menetapkan kriteria-kriteria tertentu bagi para agen dan agency leaders yang bisa ikut serta dalam program pelatihan keagenan. "Kita lihat juga mereka, apa mereka benar-benar mau belajar apa enggak, terus mereka kekurangannya apa, apa leadership yang kita tekankan, atau bagaimana untuk melatih bawahan-bawahannya."

    Adi mengklaim, program-program kepelatihan para agen dan agency leaders yang diberikan perusahaan menjadi pembeda FWD Life dengan perusahaan asuransi jiwa lainnya. Bagi FWD Life, agen merupakan investasi penting dalam mendukung dan meningkatkan kinerja perusahaan.

    "Mungkin saya rasa kalau (perusahaan) yang lain hanya menyekolahkan staf, tapi kita menyekolahkan agen dan leader agen kita sekolahkan. Kenapa? karena ini adalah garda paling depan untuk kita mencari dan membantu nasabah dalam mencari solusi perlindungan proteksi yang kita berikan," tutup Adi.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id