• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Indonesia Antisipasi Masuknya Produk Perikanan Tiongkok

Kautsar Widya Prabowo - 11 Juli 2018 22:32 wib
Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Dok:ANT.
Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Dok:ANT.

Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan pemerintah harus mengantisipasi celah-celah masuknya barang Tiongkok yang akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) melalui Indonesia. Hal tersebut menyusul semakin memanasnya perdagangan AS dan Tiongkok.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti menjelaskan Indonesia memiliki potensi menjadi lokasi transhipment atau proses barang yang diangkut dari tempat asal tidak langsung dikirim ke tujuan, disaat perang dagang, sehingga hal ini harus secepatnya diantisipasi.

"Jangan sampai banyak produk luar masuk lewat Indonesia, nama kita dipakai untuk ekspor. Nah ini yang harus dijaga," ujarnya usai melakukan Rapat Koordinasi di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Ia menambahakan, kejadian Indonesia menjadi transhipment sempat terjadi pada 2004, ketika AS menerapkan biaya masuk anti dumping (BMAD) terhadap Tiongkok dan Vietnam.

"Pernah AS menerapkan BMAD ke produk udang Tiongkok dan Vietnam, banyak pengusaha sana bekerjasama dengan pengusaha kita, bikin dokumen untuk memasukkan barang Tiongkok," imbuhnya.

Sehingga pihaknya akan segera memberikan edukasi terhadap para pengusaha agar lebih baik membangun industri di dalam negeri, ketimbang mecoreng nama Indonesia. "Saya akan sosialiasi ke pengusaha, sebaiknya kita bangun industri kita, bukan mengambil dari tempat lain untuk dijual atas nama kita," imbuhnya.

Sementara itu, baru-baru ini negara Paman Sam telah meningkatkan perang dagang dengan Tiongkok. AS mengancam segera memberlakukan tarif baru untuk barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar paling cepat pada September, dan hal ini memicu kemarahan di Beijing.

Melansir dari AFP, Rabu, 11 Juli 2018, ancaman terbaru dalam konflik perdagangan antara dua negara dengan ekonomi teratas di dunia terjadi hanya beberapa hari setelah tarif 'saling balas' sebesar USD34 miliar mulai berlaku.


(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.