• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 14 AGUSTUS 2018 terkumpul RP 9.930.978.132

Di Atas HET, Pemerintah Kembali Impor 500 Ribu Ton Beras

Desi Angriani - 16 Mei 2018 18:03 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Ahmad).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Ahmad).

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menambah kuota impor beras sebanyak 500 ribu ton hingga Juli 2018. Penambahan volume impor kali ini karena harga beras masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni sebesar Rp10.500.

"Jangan lihat berapa lama, harga sudah mulai turun belum. artinya yang medium masih Rp10.500 padahal HET Rp9.450," ucap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya Gedung Kemenko Perekonomian, Pasar Baru Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Darmin menjelaskan impor beras tak akan mengganggu panen petani pada September-Oktober 2018. Hal itu terbukti dari impor sebanyak 500 ribu ton di awal tahun dengan panen April yang berjalan baik.

Impor beras, lanjutnya, juga tidak akan membuat harga di pasaran menjadi jatuh atau berada di bawah harga eceran tertinggi.

"Kita memerhatikan seperti apa perkembangan harga, seperti apa perkembangan produksi. Kita enggak akan buat itu kalau buat harga jatuh," tegas Darmin.

Adapun jatah impor beras 500 ribu ton tetal diberikan kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan batas waktu Juli 2018. Bulog diberikan kebebasan mengambil beras dari Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, India untuk kemudian diserap seluruhnya atau hanya sebagian.

Sebelumnya pemerintah telah membuka keran beras impor sebanyak 500 ribu ton pada awal 2018 demi meredam gejolak harga di pasaran. Dengan ada tambahan kuota impor, maka total impor beras tahun ini sebanyak satu juta ton.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.