Menteri BUMN Minta Telkom Kembangkan Big Data

    Annisa ayu artanti - 12 Februari 2020 16:15 WIB
    Menteri BUMN Minta Telkom Kembangkan Big Data
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : Medcom.
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tampaknya sedang geram terhadap PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom. Setelah kemarin dikritik oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, hari ini Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyinggung bisnis Telkom.

    Erick mengatakan di era teknologi yang berkembang begitu cepat, perusahaan-perusahaan BUMN dituntut untuk melakukan perubahan, gebrakan, dan inovasi baru dalam berbisnis.

    Direksi perusahaan pelat merah pun diminta harus lebih kreatif menciptakan model bisnis baru. Pasalnya, jika hanya mengandalkan model bisnis lama nantinya justru akan merugikan perusahaan. Begitu juga dengan direksi dan manajemen Telkom.

    "Ini era disrupsi era teknologi yang tidak bisa terhindarkan. Jadi kalau direksi BUMN sudah antiperubahan tak lihat teknologi jadi komponen terpenting berusaha, kita akan berat," kata Erick dalam sambutannya di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Selama ini, menurut Erick yang juga mantan pebisnis, bisnis Telkom sebagai perusahaan penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi pelat merah ini flat dan tidak berkembang. Erick menyinggung bahwa selama ini Telkom mendapat keuntungan dari anak usahanya saja.

    "Saya juga enak jadi Telkom, Telkomsel dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70 persen," singgungnya.

    Jika hal seperti ini terus berjalan, Erick berpendapat lebih baik Telkom tidak ada alias dibubarkan. Sehingga dividen dari Telkomsel akan langsung dirasakan oleh negara.

    "Mendingan enggak ada Telkom. Langsung saja Telkomsel dimiliki oleh Kementerian BUMN, dividennya jelas," ucapnya.

    Di era seperti ini, Erick menuturkan seharusnya Telkom dapat berubah dan memanfaatkan momen menjadi perusahaan penghimpun data. Hal itu diinisiasinya lantaran data-data saat ini dipegang oleh AliCloud.

    "Kita mau makanya telkom ke depan berubah ke arah salah satunya ke data base big data, cloud. Masa cloudnya di pegang AliCloud," ujarnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id