Stafsus Milenial Diminta Punya Pemahaman Ekonomi Makro

    Nia Deviyana - 22 November 2019 20:04 WIB
    Stafsus Milenial Diminta Punya Pemahaman Ekonomi Makro
    Staf Khusus Milenial era Kabinet Indonesia Maju. Foto: Antara/Wahyu Putro.
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus dari kalangan milenial. Mereka yakni Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Andi Taufan Garuda Putra, dan Aminudin Ma'ruf.

    Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai hadirnya milenial dalam lingkaran presiden dapat memberikan ide-ide segar guna mengakselerasi pembangunan.

    "Namun demikian, tetap dibutuhkan pertimbangan dari staf khusus yang sudah berpengalaman sebagai balancing," ujar Eko saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 22 November 2019.

    Sementara dari sisi semangat, staf milenial juga punya energi positif. Namun, staf milenial tidak cukup jika hanya memiliki semangat dan inovasi saja.

    "Dengan situasi yang sedang melemah, bahkan ada ancaman resesi global, maka selain punya kemampuan inovasi, mereka perlu punya framework makro agar memahami dan memperkirakan implementasi ide-ide mereka dalam konteks ekonomi Indonesia dan mengerti karateristik ekonomi kita," papar Eko.

    Presiden Joko Widodo mengatakan tujuh staf khusus (stafsus) milenial tak memiliki bidang tugas khusus. Mereka bekerja sama dalam membuat program dan menyelesaikan masalah.

    "Hanya tadi Mbak Angkie (Angkie Yudistia) khusus juru bicara bidang sosial. Saya tambahi tugas itu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    Menurut dia, ketujuh stafsus ini akan diberikan target untuk setiap pekerjaannya. Namun, mantan Wali Kota Solo itu tak menjelaskan secara detail target yang diberikan.

    "Yang penting target yang saya berikan, output-nya bisa dapat dan bisa dimanfaatkan untuk perbaikan sistem yang ada," tutur Jokowi.

    Jokowi mengatakan proses pemilihan ketujuh stafsus milenial itu juga tak mendadak. Ia mengaku sudah lama mengenal mereka sebelum menunjuk menjadi stafsus.

    Kepala Negara mengatakan proses sebelum menunjuk tujuh stafsus milenial itu juga dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Mereka sempat diajak berbicara oleh Jokowi.

    "Enggak pernah saya namanya dadakan, enggak pernah, prosesnya berapa lama tanyakan ke beliau-beliau," tandasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id