Cadangan Devisa Tinggi Dorong Penguatan Rupiah

    Nia Deviyana - 08 Januari 2020 19:44 WIB
    Cadangan Devisa Tinggi Dorong Penguatan Rupiah
    Ilustrasi. Foto : MI/Susanto.
    Jakarta: Meningkatnya cadangan devisa pada akhir Desember 2019 yang baru saja dirilis Bank Indonesia (BI) memberikan sentimen positif pada rupiah. Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda menghijau pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Januari 2020 di level Rp13.900 per USD. Rupiah menguat 22 poin atau 0,16 persen dari pembukaan perdagangan di level Rp13.915 per USD.

    "Dengan cadangan devisa yang bagus membawa keberkahan tersendiri terhadap mata uang Garuda sehingga kembali perkasa dipenutupan pasar sore ini walaupun indeks dolar menguat saat ini di 97,00," ujar Direktur PT. Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi melalui keterangan resminya, Rabu, 8 Januari 2020.

    Adapun dalam perdagangan Kamis, 9 Januari 2020, Ibrahim memperkirakan rupiah ditransaksikan menguat di level Rp13.865-Rp13.960 per USD.

    Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2019 tercatat sebesar USD129,2 miliar. Posisi cadangan devisa meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2019 sebesar USD126,6 miliar.

    Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

    Adapun secara kumulatif pada 2019, cadangan devisa menguat sebesar USD8,5 miliar (Rp118,3 triliun).

    "Penguatan terjadi bahkan di tengah defisit neraca perdagangan nasional, karena rupiah tak butuh diinfus," kata dia.

    Di samping cadangan devisa, intervensi kebijakan yang dilakukan BI juga menjadi pendorong menguatnya rupiah di tengah kondisi ekonomi maupun geopolitik yang terjadi di global. BI, lanjut Ibrahim, pada hari ini kembali melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan DNDF.

    "Perdagangan tersebut sudah aktif bertransaksi dari pembukaan pagi. Sementara untuk kondisi global juga sudah antisipasi sebelumnya oleh Bank Indonesia. Ini adalah langkah dalam memantau posisi mata uang garuda," pungkasnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id