Roadmap Industri Hasil Tembakau untuk Amankan Investasi

    Eko Nordiansyah - 11 Desember 2019 10:20 WIB
    <i>Roadmap</i> Industri Hasil Tembakau untuk Amankan Investasi
    Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. Foto: Medcom.id/Nur Ajijah
    Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan industri hasil tembakau (IHT) merupakan primadona yang menjadi daya tarik masuknya investasi asing ke dalam negeri. Terlebih lagi Indonesia memiliki jenis rokok yang luar biasa dikenal di mancanegara yaitu kretek.

    "Ini yang harus kita jaga rokok kretek ini dari kepunahannya, karena apa? Investasi asing yang masuk cenderung membawa rokok putih," kata dia dalam diskusi 'Urgensi Roadmap Industri Hasil Tembakau Mengawal Kepastian Investasi' di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.

    Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Ditjen Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto mengungkapkan IHT juga penting bagi penerimaan negara. Apalagi selama ini penerimaan cukai selalu melampui target. Bahkan jika dibandingkan dengan pemasukan dari BUMN, kontribusi IHT masih lebih besar.

    "Ini tidak ada yang bisa menyaingi, kecuali perbankan. Jadi, ini kontribusi yang sangat tinggi. Multiplier effect-nya Rp432 triliun, jadi ini sumbangan sangat besar, daya serap pasarnya sangat tinggi. Jadi di sini tidak sekadar menaikkan saja, tapi menghitung juga. Dalam 10 terakhir target penerimaan naik sekitar Rp10 triliun setiap tahunnya," ujarnya.

    Kendati demikian keputusan pemerintah yang akan menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen pada tahun depan menjadi polemik. Aturan ini akan membuat Harga Jual Eceran (HJE) rokok mengalami kenaikan hingga 35 persen.

    Untuk menyelesaikan polemik ini, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mendorong dibuatnya roadmap yang komprehensif dari seluruh stakeholder baik pemerintah, industri, hingga petani. Roadmap yang komprehensif juga diharapkan menjawab kepastian investasi.

    "Saya sangat setuju bahwa roadmap yang komprehensif itu salah satu jawaban. Sebab, pentingnya peran industri hasil tembakau bukan hanya menjadi modal kapital bagi negara tetapi juga menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi," jelas dia.

    Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Mogadishu Djati Ertanto memandang roadmap IHT perlu segera dirancang. Pasalnya, keterkaitan IHT ini sangat dalam dan luas terhadap penerimaan negara dan beberapa pihak lainnya.

    Kemenperin sebelumnya pernah merancang roadmap IHT melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 63 Tahun 2015 tentang Peta Jalan Industri Hasil Tembakau 2015 hingga 2020. Namun, roadmap itu dianulir oleh Mahkamah Agung (MA) karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan industri saat itu.

    "Pengalaman di beberapa negara memang tidak serta merta langsung. Kami melihat untuk konteks di Indonesia perlu suatu roadmap yang bisa menjadi acuan bagi instansi pemerintah untuk membuat kebijakan atau mem-framing mereka baik operasional, rencana investasi, bahkan juga masalah ketenagakerjaan kita bisa direncanakan dengan baik," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id