Pemerintah Dorong Percepatan Proyek Air Bersih

    12 Desember 2018 17:44 WIB
    Pemerintah Dorong Percepatan Proyek Air Bersih
    Pemerintah meresmikan proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat senilai Rp1,1 Triliun. Foto: Ist.
    Semarang: Pemerintah meresmikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat senilai Rp1,1 Triliun. SPAM Semarang Barat menjadi proyek air minum ketiga yang menggunakan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha).
     
    Moya Group sebagai perusahaan konsorsium PT Aetra Air Jakarta (Aetra) dan PT Medco Infrastruktur Indonesia diberikan kesempatan untuk membangun dan mengelola SPAM Semarang Barat, melalui PT Air Semarang Barat (ASB).
     
    Peresmian proyek ini dilaksanakan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono.
     
    Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menyambut keterlibatan swasta dalam membangun infrastruktur, khususnya di sektor Air Minum. Ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat.
     
    “Sesuai fokus Pemerintah, maka percepatan pembangunan infrastruktur secara merata masih diutamakan, di samping pembangunan dalam Pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 12 Desember 2018.
     
    Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran, perlu inovasi dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur. Terbukti, sinergi positif antara Pemerintah dengan Badan Usaha telah membuahkan hasil. “Skema KPBU merupakan solusi yang strategis,” tegasnya.
     
    CEO Moya Indonesia Holding Mohamad Selim mengatakan proyek ini membuka akses masyarakat Semarang Barat untuk mendapatkan akses air bersih melalui jaringan perpipaan.
     
    “Tujuan penandatangan ini untuk menguatkan aspek legal yang mengikat selama masa konsesi,” kata Selim.

    Baca: KPPIP Sokong Percepatan Proyek SPAM di Semarang Barat
    Dalam implementasinya, PT ASB akan mulai beroperasi pada 2021 dengan kapasitas produksi 1.000 liter/detik. Selim optimistis pihaknya bakal menyelesaikan SPAM tersebut tepat waktu sesuai dengan jadwal yang diberikan pemerintah.
     
    Melalui komitmen tersebut, PT ASB juga diharapkan mampu memberikan hasil optimal untuk membangun dan menyediakan air bersih di wilayah Indonesia. Penambahan jaringan perpipaan bagi masyarakat Semarang Barat secara otomatis akan menambah cakupan layanan (service coverage) PDAM Tirta Moedal.
     
    “Proyek ini menggunakan skema kerja sama Bangun-Guna-Serah (Built-Operate-Transfer) dengan total investasi Rp417 miliar dalam jangka waktu kerja sama selama dua tahun untuk masa konstruksi dan 25 tahun masa operasi,” ujar Selim.
     
    Ia mengharapkan PT ASB dapat memenuhi kebutuhan akses air bersih yang berkualitas dan memiliki kontinuitas pasokan yang baik.
     
    “Harapan kami dengan ditandatanganinya Proyek KPBU Semarang Barat tersebut, maka peran Swasta dalam bekerjasama dengan Pemerintah tetap diperlukan berlandaskan pada Peraturan Pemerintah yang berlaku yaitu PP 122/2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),” Kata Selim.





    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id