PII: Aturan Keinsinyuran Akan Segera Terbit

    Husen Miftahudin - 08 Maret 2019 18:21 WIB
    PII: Aturan Keinsinyuran Akan Segera Terbit
    Ketua Umum PII Heru Dewanto (depan, kedua dari kiri. (FOTO: dok PII)
    Jakarta: Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengapresiasi langkah pemerintah yang akan segera menerbitkan aturan tentang keinsinyuran. Regulasi yang mengatur tentang peta jalan (roadmap) keinsinyuran itu nantinya berbentuk Peraturan Pemerintah (PP).

    Ketua Umum PII Heru Dewanto mengatakan PP Keinsinyuran yang akan diterbitkan merupakan turunan dari Undang-Undang Keinsinyuran Nomor 11 Tahun 2014. Regulasi tersebut disesuaikan dengan arah pembangunan pemerintah.

    "Aturan ini tinggal ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. PP ini akan menjadi acuan kita dalam menjalankan roadmap keinsinyuran," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Maret 2019.

    Heru mengatakan dalam PP Keinsinyuran itu akan mengatur tentang penyelenggaraan sertifikasi keinsyuran dan registrasi insinyur. Nantinya, proses sertifikasi untuk memperoleh gelar profesi insinyur akan diwajibkan bagi seluruh sarjana teknik di Tanah Air.

    "Untuk mengantisipasi ratusan ribu sarjana teknik yang harus mendaftar sertifikasi insinyur, PII tengah menyiapkan aplikasi digital untuk menggantikan sistem sebelumnya yang masih bersifat manual," ungkap Heru.

    Platform informasi digital PII nantinya akan menghasilkan database insinyur Indonesia yang akurat. Database insinyur akan dilengkapi dengan lokasi, kompetensi, serta roadmap pengembangan insinyur sesuai dengan kebutuhan industri.

    Sertifikasi insinyur dilakukan oleh PII. Secara perdana, seremonial proses sertifikasi insinyur ini akan dilakukan pada saat Konferensi Luar Biasa (KLB) PII yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

    "Nantinya, ada sekitar 5.000 insinyur yang akan mendapatkan sertifikat perdana. Mereka dinyatakan berhak dan layak bekerja sebagai insinyur di Indonesia," kata Heru.

    Selain akan mengukuhkan susunan kepengurusan 2018-2021, KLB PII itu juga akan melantik Airlangga Hartarto sebagai Ketua Dewan Penasehat PII.

    "Dalam acara itu kita akan merevisi ADRT PII yang baru. Kita juga telah memperkenalkan pengurus baru ke Menteri Perindustrian Airlangga. Mudah-mudahan, beliau dan Presiden Joko Widodo bisa hadir dalam acara tersebut," pungkas Heru.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id