Kredit Perbankan Diprediksi Melambat di Tahun Politik

    Nia Deviyana - 11 Januari 2019 07:13 WIB
    Kredit Perbankan Diprediksi Melambat di Tahun Politik
    Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti (MI/Susanto)
    Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi tahun politik bakal memberikan dampak terhadap likuiditas perbankan. Tidak hanya itu, jika dilihat dari rekam jejak aktivitas penyaluran kredit di masa Pemilihan Umum (Pemilu) dari waktu ke waktu juga cenderung melambat.

    "Dari pengalaman-pengalaman yang lalu, kredit khususnya yang terkait aktivitas bisnis agak melambat saat Pemilu karena orang mau lihat dulu siapa yang menang. Apakah pro investasi atau tidak, atau sektor mana yang menjadi fokus ke depan," kata Anggota Dewan Komisioner LPS Destry Damayanti, di Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.
    Sedangkan untuk pertumbuhan kredit modal kerja, Destry menambahkan, biasanya baru akan terlihat pada semester kedua. "April kan baru ketahuan Presidennya siapa, lalu Mei orang masih akan mebaca aturannya seperti apa," kata dia.

    Terkait likuiditas yang diperkirakan mengetat, Destry mengimbau industri perbankan di Indonesia untuk bijak menyalurkan kredit, terutama Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III.

    "Khususnya berlaku untuk BUKU III karena Loan to Deposit Ratio (LDR) sudah lebih dari 100 persen. Adapun pertumbuhan kreditnya masih double digit sedangkan pertumbuhan dananya di bawah lima persen," kata Destry.

    Untuk diketahui, ada empat kategori bank yakni dari BUKU I hingga BUKU IV. Berdasarkan permodalan, bank dengan kategori BUKU III adalah bank dengan modal Inti paling sedikit sebesar Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun.

    Lebih lanjut, Destry menambahkan, walau suku bunga acuan sudah naik, perbankan Indonesia masih menunjukkan keadaan sehat dan stabil. Dalam periode November 2017 hingga November 2018, tambah dia, struktur permodalan (CAR) stabil di angka 23,3 persen dan masih salah satu yang tertinggi di dunia. Sedangkan NIM turun dari 5,1 persen ke 5,0 persen.

    Meski demikian, Destry menyimpulkan, isu utama yang dihadapi perbankan Indonesia sekarang ini bukan semata struktur permodalan yang minim, mengingat CAR yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai. Isu utamanya bagaimana Bank BUKU III menggalang likuiditas.

    "Tantangan ini bisa diperkecil dengan menghambat pertumbuhan kredit atau suku bunga simpanan guna menggalang dana simpanan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id