Kompensasi PLN, Apindo Belum Dapat Laporan Kerugian Pengusaha

    Nia Deviyana - 20 Agustus 2019 14:08 WIB
    Kompensasi PLN, Apindo Belum Dapat Laporan Kerugian Pengusaha
    Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) belum bisa merinci kerugian yang dialami pengusaha akibat gangguan listrik PLN, 4 Agustus lalu. Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan belum mendapatkan laporan mengenai hal tersebut.

    "Saya belum dapat laporan perusahaan yang mengajukan kompensasi ke PLN," ujar Hariyadi saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Apindo sebelumnya sempat menyatakan kerugian baik materi maupun nonmateri sudah jelas terjadi. Hal tersebut mencakup menurunnya output produksi barang dan jasa dan hilangnya jam kerja.

    "Meskipun saat itu kejadiannya di hari Minggu, namun aktivitas usaha tetap berjalan. Utamanya untuk sektor jasa dan perdagangan seperti perbankan, perhotelan, dan perdagangan pasar modern seperti mal dan supermarket," papar Hariyadi.

    Selain itu, Hariyadi juga menuturkan bahwa meski pengusaha memiliki pembangkit cadangan genset, hal tersebut menciptakan tambahan beban biaya.

    "Belum lagi risiko kepercayaan konsumen dan buyer akibat keterlambatan distribusi barang," kata dia.

    PT PLN (Persero) akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan indikator lama gangguan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 27 tahun 2017.

    "Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening September 2019 atau pada bukti pembelian token pertama setelah 1 September 2019 untuk konsumen prabayar," ungkap Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah, dalam keterangan resminya, Senin, 19 Agustus 2019.

    Menurut Dwi, kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment, dan sebesar 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (non-adjustment).

    Dia mengatakan untuk pelanggan prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan listrik pascabayar.
     
    Sementara khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service Level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

    "Dalam kondisi normal, seharusnya pembayaran kompensasi dibayarkan pada Oktober. Namun untuk kali ini, kami mempercepat pembayaran kompensasi di September, baik prabayar maupun pascabayar," kata Dwi.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id