Serapan B20 di 2019 Hemat Devisa hingga Rp35,6 Triliun

    Suci Sedya Utami - 14 Januari 2020 19:16 WIB
    Serapan B20 di 2019 Hemat Devisa hingga Rp35,6 Triliun
    B20. Foto : Medcom/Desi A.
    Jakarta: Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penyerapan mandatori biodiesel 20 persen (B20) sepanjang 2019 mencapai 98,1 persen.

    Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan serapan tersebut menghemat devisa negara dari impor BBM Solar sebesar USD2,26 miliar atau setara Rp35,6 triliun di tahun lalu.

    "Potensi saving kurangi impor Solar USD2,26 miliar," kata Djoko di kantor Ditjen Migas, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020.

    Djoko mengatakan dari kuota B20 yang ditetapkan sebesar 6,6 juta kilo liter (KL) di tahun lalu, masih ada 1,8 persen atau 120 ribu KL yang masih berupa B0. Artinya ada badan usaha yang tidak mencampurkan  Solar dengan bahan bakar nabati (BBN) berupa minyak kelapa sawit (FAME).

    Terkait dengan sanksi bagi badan usaha yang tidak mencampurkan, Djoko mengatakan terdapat dispute atau ketidaksamaan pandangan antarkementerian. Dia bilang menurut Kementerian Keuangan Peraturan Menteri (Permen) sebagai dasar hukum untuk menerapkan sanksi belum cukup kuat.

    "Jadi harus dalam bentuk peraturan yang lebih tinggi kalau bisa UU atau minimal Peraturan Pemerintah. Jadi masih dispute di legal aspek," jelas dia. Sementara itu penyaluran BBM subsisi di 2019 mencapai 16,38 juta KL. Sedangkan untuk BBM nonsubsidi sebesar 57,66 juta KL.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id