Pertamina Terapkan Digitalisasi Integrasi Data Perpajakan

    Ilham wibowo - 19 Desember 2019 15:35 WIB
    Pertamina Terapkan Digitalisasi Integrasi Data Perpajakan
    Penandatanganan nota kesepahaman Pertamina dengan Ditjen Pajak. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) meresmikan Digitalisasi Integrasi Data Perpajakan dalam memperkuat transparansi perusahaan. Penerapan sistem yang terkoneksi pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini jadi yang pertama di Indonesia.

    Peresmian dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, serta sejumlah Direktur Utama BUMN di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.

    Digitalisasi integrasi data perpajakan ini diwujudkan dengan membuka akses data keuangan Pertamina terkait perpajakan kepada Dtjen Pajak secara real time. Pihak Ditjen Pajak dapat mereview, mengevaluasi dan memvalidasi pemenuhan kewajiban perpajakan PT Pertamina (Persero) sebelum SPT disampaikan.

    Sampai dengan akhir 2019, kolaborasi tim integrasi data perpajakan Pertamina dan Ditjen Pajak telah menghasilkan sejumlah digitalisasi proses bisnis administrasi perpajakan baru yang meningkatkan transparansi transaksi perpajakan perusahaan.

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, transparansi data keuangan dalam integrasi data perpajakan antara Pertamina dengan Ditjen Pajak merupakan sebuah langkah monumental dalam konteks sejarah hubungan antara Wajib Pajak dengan Fiskus di Indonesia.

    "Kami menerapkan skema Co-operative Compliance sebagai bentuk hubungan antara wajib pajak dengan otoritas perpajakan yang didasarkan pada prinsip-prinsip mutual trust, mutual understanding, transparency, co-operation, dan collaboration," ujar Nicke di auditorium kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Desember 2019.

    Skema ini akan mendatangkan manfaat bagi kedua pihak dalam hal penyajian data dan monitoring secara real time. Selain itu, penyelesaian potensi selisih perpajakan dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga mengurangi beban cost of collection.

    "Dibukanya akses memberikan benefit bagi pemerintah maupun bagi Pertamina karena dengan kita melakukan akses data ini akan mengurangi atau menghindari terjadinya kesalahan penerapan terhadap aturan perpajakan," ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo  juga menjelaskan manfaat adanya digitalisasi dan integrasi data perpajakan ini akan berdampak pada tingkat transparansi dan compliance Wajib Pajak.

    Adapun inisiatif digitalisasi perpajakan tersebut telah dimulai sejak awal 2018. Integrasi data perpajakan antara Pertamina dengan Ditjen Pajak dapat diwujudkan secara digital yang ditandai dengan implementasi e-Faktur Host-to-Host Pajak Pertambahan Nilai untuk seluruh transaksi penjualan dan pembelian Pertamina.
     
    "Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Pajak atas partisipasi, koordinasi, komunikasi, dan dukungan penuhnya, sehingga inisiatif Integrasi Data Perpajakan dapat diwujudkan dengan baik," pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id