Aprindo Percaya Diri Jual Beras Bulog

    Ilham wibowo - 04 Desember 2019 16:27 WIB
    Aprindo Percaya Diri Jual Beras Bulog
    Ketua Umum Aprindo Roy Mandey. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan tetap menjalankan penjulan produk beras medium Bulog. Peminatnya pun diyakini akan terus meningkat.

    Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menanggapi polemik 20 ribu beras Bulog yang tercatat mengalami turun mutu. Ia menyebutkan bahwa penurunan kualitas beras merupakan sesuatu yang relatif atau tidak mutlak diukur.

    "Sebenarnya penurunan kualitas itu relatif karena Pak Kepala Bulog sendiri sudah menyampaikan bahwa justru beras medium yang dipasarkan nanti ke ritel modern itu sebenarnya beras yang berkualitas," kata Roy ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Desember 2019.

    Sejumlah perusahaan ritel yang tergabung dalam Aprindo telah meneken nota kesepahaman dengan Perum Bulog untuk menjadi mitra untuk menjual beras medium Bulog ke ritel modern sejak 12 November lalu. Kontrak yang berlaku untuk penjualan stok beras Bulog tersebut berlaku hingga akhir tahun dengan opsi perpanjangan.

    Roy memastikan beras medium yang disalurkan ke ritel modern itu merupakan beras berkualitas. Ia bahkan berani menyebut kualitas medium pada beras Bulog setara jenis premium.

    "Memang sudah berkualitas layak untuk dikonsumsi. Kalau yang dibilang level rendah dan lain sebagainya sepertinya sudah ada pemisahan yang dilakukan oleh Bulog sendiri," ungkapnya.

    Terkait beras Bulog yang turun mutu tersebut, Roy mengatakan beras tersebut masih dapat diolah seperti dikatakan oleh Direktur Utama Bulog Budi Waseso untuk dijadikan pakan ternak hingga etanol. Hal ini pun dinilai bisa menjawab kepastian kualitas stok terbaik Bulog yang dijual kepada masyarakat.

    "Jadi kami mempercayai dan mengapresiasi usaha maksimal yang dilakukan oleh Bulog. Aprindo juga berupaya untuk menyambut dan menyerap beras-beras medium ini," ujarnya.

    Roy mengaku tidak khawatir dengan stigma masyarakat yang masih menganggap kualitas beras medium Bulog. Pasalnya, pengelolaan perusahaan BUMN itu sudah berubah dan masalah beras jelek dan berkutu merupakan era di masa lalu.

    "Ya itu, saya bilang relatif. Semangat yang dilakukan Kepala Bulog Budi Waseso ini kita ketahui memang Bulog betul-betul ingin merevitalisasi kembali stigma yang lalu itu sekarang sudah berubah dan tentu ini akan jauh lebih baik. Kita harus percaya terhadap apa yang dinyatakan," tuturnya.

    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan tetap menjalankan penjulan produk beras medium Bulog. Peminatnya pun diyakini akan terus meningkat.

    Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menanggapi polemik 20 ribu beras Bulog yang tercatat mengalami turun mutu. Ia menyebutkan bahwa penurunan kualitas beras merupakan sesuatu yang relatif atau tidak mutlak diukur.

    "Sebenarnya penurunan kualitas itu relatif karena Pak Kepala Bulog sendiri sudah menyampaikan bahwa justru beras medium yang dipasarkan nanti ke ritel modern itu sebenarnya beras yang berkualitas," kata Roy ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Desember 2019.

    Sejumlah perusahaan ritel yang tergabung dalam Aprindo telah meneken nota kesepahaman dengan Perum Bulog untuk menjadi mitra untuk menjual beras medium Bulog ke ritel modern sejak 12 November lalu. Kontrak yang berlaku untuk penjualan stok beras Bulog tersebut berlaku hingga akhir tahun dengan opsi perpanjangan.

    Roy memastikan beras medium yang disalurkan ke ritel modern itu merupakan beras berkualitas. Ia bahkan berani menyebut kualitas medium pada beras Bulog setara jenis premium.

    "Memang sudah berkualitas layak untuk dikonsumsi. Kalau yang dibilang level rendah dan lain sebagainya sepertinya sudah ada pemisahan yang dilakukan oleh Bulog sendiri," ungkapnya.

    Terkait beras Bulog yang turun mutu tersebut, Roy mengatakan beras tersebut masih dapat diolah seperti dikatakan oleh Direktur Utama Bulog Budi Waseso untuk dijadikan pakan ternak hingga etanol. Hal ini pun dinilai bisa menjawab kepastian kualitas stok terbaik Bulog yang dijual kepada masyarakat.

    "Jadi kami mempercayai dan mengapresiasi usaha maksimal yang dilakukan oleh Bulog. Aprindo juga berupaya untuk menyambut dan menyerap beras-beras medium ini," ujarnya.

    Roy mengaku tidak khawatir dengan stigma masyarakat yang masih menganggap kualitas beras medium Bulog. Pasalnya, pengelolaan perusahaan BUMN itu sudah berubah dan masalah beras jelek dan berkutu merupakan era di masa lalu.

    "Ya itu, saya bilang relatif. Semangat yang dilakukan Kepala Bulog Budi Waseso ini kita ketahui memang Bulog betul-betul ingin merevitalisasi kembali stigma yang lalu itu sekarang sudah berubah dan tentu ini akan jauh lebih baik. Kita harus percaya terhadap apa yang dinyatakan," tuturnya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id