Elektronifikasi Bikin Biaya Transaksi Lebih Murah

    Eko Nordiansyah - 11 Februari 2020 13:45 WIB
    Elektronifikasi Bikin Biaya Transaksi Lebih Murah
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: PT Artajasa Pembayaran Elektronik (Artajasa) menilai perkembangan transaksi elektronik membawa dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah biaya transaksi yang lebih murah karena ekosistem pembayaran secara digital sudah semakin membaik.

    Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena mengatakan, berdasarkan data di 14 negara maju, biaya sistem pembayaran berkisar satu hingga 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara di Indonesia memiliki estimasi biaya dari sistem pembayaran melampaui angka benchmark tersebut.

    "Di samping itu terdapat transaction cost yang terikat dengan pembayaran berupa cash yang menambah biaya dari sistem pembayaran tersebut," kata dia dalam diskusi 'Peran Transaksi Elektronis terhadap Perekonomian Indonesia' di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

    Dirinya menambahkan, biaya tersebut dapat diturunkan jika pembayaran berbasiskan cash dialihkan menjadi pembayaran elektronik. Dengan kata lain, peningkatan electronic payment akan berakibat pada turunnya transaction cost sehingga perekonomian akan menjadi lebih efisien.

    "Di samping penurunan biaya sosial dan transaksi, kesejahteraan social (social welfare) dapat meningkat dengan berkurangnya transaksi non-elektronis. Bahkan transaksi elektronis akan mendorong pertumbuhan ekonomi (PDB) dan menurunkan harga (inflasi)," jelas dia.

    Sebagai perusahaan yang terlibat dalam sistem pembayaran, Artajasa selama 20 tahun ini berperan dalam melakukan switching dan penyedia jasa pembayaran. Artajasa berperan meningkatkan layanan kepada nasabah dan mendukung digitalisasi bank yang memungkinkan perbankan meningkatkan pendapatan mulai fee based income hingga bunga.

    "Survei kepada end user, memperlihatkan respon positif terhadap layanan yang diberikan oleh Artajasa. Mereka merasakan layanan transaksi elektronis yang diberikan sudah cukup sesuai dengan kebutuhan dan aman. Hal ini tentunya menambah keyakinan end user untuk melakukan transaksi elektronik," ungkapnya.

    Artajasa diharapkan dapat berinovasi dalam hal teknologi dan layanan yang mengikuti perubahan zaman. Sebagai contoh dengan mengimplementasikan QRIS, ataupun penerapan teknologi blockchain. Dengan adanya inovasi yang berkelanjutan memungkinkan Artajasa dalam menjawab berbagai tantangan.

    "Artajasa dalam usianya yang ke-20 di bulan Februari 2020 ini, telah memainkan peran menjadi katalis dalam peralihan ini dengan menyediakan jasa pembayaran elektronis dan switching yang memungkinkan transaksi elektronis terjadi dengan akurat, cepat, dan aman," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id