Jokowi: Penurunan Harga Semen di Papua Belum Berhasil

    25 Februari 2017 10:34 WIB
    Jokowi: Penurunan Harga Semen di Papua Belum Berhasil
    Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Dhoni Setiawan)
    medcom.id, Ambon: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui belum berhasil untuk menurunkan harga semen yang tergolong relatif tinggi di provinsi Papua.

    "Saya belum mempunyai jurus khusus untuk menurunkan semen di Papua. Harganya belum menurun karena jurusnya belum ketemu. Saya meyakini Insya Allah harganya nanti juga akan sama," kata Presiden pada pembukaan sidang Tanwir Muhammadiyah, di Ambon, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 25 Februari 2017.

    Jokowi mendengar laporan dari masyarakat Wamena dan daerah Puncak Jaya bahwa hanya semen berkisar antara Rp800 ribu/sak hingga Rp1,5 juta/sak. Padahal di Pulau jawa hanya Rp70.000 per sak.

    Baca: Jokowi Sebut Harga Semen di Papua Mencapai Jutaan Rupiah

    "Saya saat rapat kabinet sudah menyampaikan, tetapi banyak yang tidak percaya dan mengatakan 'enggak mungkin pak, enggak mungkin pak'," katanya.

    Malah, saat berkunjung ke Wamena 1,5 tahun lalu dirinya mengecek kepada masyarakat dan ternyata harga semen hingga sampai ke kawasan puncak malah lebih mencengangkan yakni Rp2,5 juta/sak.

    "Bagaimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat diwujudkan jika harga semen di Jawa Rp70.000/sak dan di Papua Rp2,5 juta/sak," tegasnya.

    Baca: Alasan Jokowi Turun Tangan Umumkan Harga Baru Semen

    Sedangkan menyangkut harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua sudah bisa diatasi. Harga jualnya sudah sama dengan yang berlaku di berbagai daerah di Tanah Air yakni Rp6.450/liter.

    "Saat berkunjung ke Papua saya sempat kaget saat dilaporkan oleh masyarakat bahwa harga BBM dijual Rp60.000/ liter jika keadaan normal. Rp100 ribu jika kondisi tidak normal. Itu belum yang di Puncak Jaya dan Lani Jaya harganya lebih tinggi lagi," katanya.

    Menurutnya, sudah berpuluh tahun masyarakat di provinsi paling timur Indonesia tersebut menikmati harga BBM yang tinggi tanpa protes, sedangkan di Pulau Jawa hanya naik Rp500-Rp1.000 bisa menimbulkan demonstrasi hingga tiga bulan.

    Kendati harga BBM satu harga baru dapat diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia setahun setelah kunjungan ke Papua yakni pada Oktober 2016, karena banyak pihak yang mengambil keuntungan dari tingginya harga BBM di provinsi Papua.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id