Kemandirian Pesantren Bantu Kesejahteraan Masyarakat Sekitar

    Eko Nordiansyah - 07 November 2019 19:01 WIB
    Kemandirian Pesantren Bantu Kesejahteraan Masyarakat Sekitar
    Perwakilan pesantren dalam seminar di FESyar Surabaya, Kamis, 7 November 2019. Foto : Medcom/Eko Nordiansyah.
    Surabaya: Pesantren dengan karakter dan keunikannya memiliki potensi sumber daya manusia (SDM) yang besar, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi dan mewujudkan cita-cita besar Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah dunia.  Indonesia memiliki hampir sekitar 30 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan sekitar 80 persen terdapat di Pulau Jawa.

    Direktur OPOP Training Center Mohammad Ghofirin menceritakan kisah inspriatif kunci sukses pesantren dalam mengoptimalkan perannya bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pertama, yaitu Pesantren Istiqomah Al-Amin Lampung yang memiliki tagline 'Menyelesaikan Masalah menjadi Maslahah, Masalah Berujung Hikmah'.

    "Dibangun di daerah perkampungan, maka sumber pembiayaan operasional pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan menjadi salah satu masalah besar yang timbul. Dalam hal ini, Pesantren tidak bisa mengenakan biaya yang terlalu tinggi bagi para santri karena dikhawatirkan justru akan mempersempit jangkauan pesantren dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat di sekitar pesantren," kata dia dalam seminar di FESyar Surabaya, Kamis, 7 November 2019.

    Oleh karena itu pesantren mempunyai strategi untuk mengatasi masalah ini, di antaranya melalui pengembangan inovasi usaha budidaya ikan dengan metode bioflok, pendirian kopontren dan BMT, kerja sama dengan dinas & asosiasi terkait untuk perluasan usaha pesantren, serta optimalisasi potensi SDM melalui penyesuaian metode pembelajaran santri sesuai dengan kecerdasan dasarnya.

    "Lebih lanjut, optimalisasi potensi SDM ini juga bertujuan untuk mencetak santri-santri unggulan yang tidak hanya fokus menjadi ahli dakwah, namun juga dapat berperan sebagai motor penggerak roda perekonomian di masyarakat," jelas dia.

    Kedua, Pesantren Daarut Tauhid Bandung yang menggembangkan usaha dengan rumusan bahwa kerumunan jamaah bisa menjadi potensi ekonomi. Pesantren ini pun mempunyai tagline sebagai cerminan cita-citanya, yaitu 'Dari masjid untuk Indonesia yang Rahmatan Lil-alamin'.

    "Awal pembangunan Daarut Tauhid berawal dari tanah wakaf, dan berkat pengelolaannya yang produktif, saat ini penerimaan Pesantren dapat mencapai Rp151 miliar per tahun yang berasal dari pendidikan, pengelolaan aset wakaf produktif dan dividen dari anak perusahan yang dikelola. Surplus pesantren saat ini sekitar Rp5 miliar sampai Rp10 miliar per tahun," ungkapnya.

    Selanjutnya, Pesantren Daarunahdlatain Nahdatul Wathan Panchor Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terus berinovasi untuk semakin meningkatkan kemandirian pesantren. Berdiri sejak 1934, Pesantren telah mandiri dalam mengelola kegiatannya yang fokus pada penyediaan pendidikan di mana pesantren telah membiayai sendiri tenaga pengajarnya.

    Pada masa-masa awal berdiri, tenaga pengajar pesantren dibayar dalam bentuk padi dari tanah wakaf yang dikelola pondok pesantren. Berawal dari permasalahan tersebut, pesantren terus berinovasi untuk pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, melalui berbagai unit usaha pesantren.

    "Di antaranya pengelolaan wakaf produktif dengan penerapan inovasi untuk meningktkan kapasitas produksi dan produktivitas di bidang perikanan dan perunggasan bekerjasama dengan IPB, perluasan unit usaha konveksi dan penyediaan jasa makanan melibatkan Santri SMK Pesantren, dan perluasan unit usaha bakery," pungkas dia.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id