MRT Targetkan 100 Ribu Penumpang per Hari

    Desi Angriani - 18 November 2019 07:45 WIB
    MRT Targetkan 100 Ribu Penumpang per Hari
    MRT Jakarta. Foto: dok MI/Panca Syurkani.
    Jakarta: PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta menargetkan dapat mengangkut 100 ribu penumpang per hari pada 2020. Jumlah itu meningkat dari target tahun ini yang sebanyak 80 ribu penumpang per hari.

    Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan penjaringan penumpang dilakukan melalui promosi dan kolaborasi bersama perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar stasiun MRT.

    "Kalau menaikkan 100 ribu sehari kita masih yakin kendalanya tidak banyak berarti karena kami melakukan promosi dan kolaborasi masih bisa," katanya dalam diskusi operasi dan pemeliharaan MRT di Depo MRT Jakarta, Lebak Bulus, Minggu, 17 November 2019.

    Menurutnya mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi umum bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan campur tangan pemerintah daerah layaknya operator MRT Malaysia. Misal, kebijakan menaikkan tarif parkir, membangun pedestrian hingga ketersediaan park and ride bakal mendorong jumlah penumpang MRT.

    "Kami benchmark ke beberapa negara itu mereka menyampaikan tanpa campur tangan pemerintah enggak jalan. Dia cerita dua tahun mereka mencoba berbagai program, habiskan waktu dan biaya tapi enggak nendang," ungkapnya.

    Karena itu, PT MRT bakal melibatkan Pemprov DKI Jakarta untuk meraih penumpang di atas 100 ribu per hari. Hal tersebut sejalan dengan upaya mengurangi kemacetan, menekan polusi dan menekan kerugian hingga Rp60 triliun per tahun.

    "Kalau untuk mencapai 150 ribu atau 170 ribu penumpang per hari kita butuh banyak campur tangan dari regulasi," pungkas dia.

    Berdasarkan data dari MRT Jakarta, pembangunan konstruksi fase 1 proyek kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dimulai pada 10 Oktober 2013. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat Presiden RI, Joko Widodo.

    Pada koridor 1 dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur layang dan enam kilometer jalur bawah tanah.

    Tujuh stasiun layang tersebut adalah Lebak Bulus (lokasi depo), Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Depo akan berada di kawasan Stasiun Lebak Bulus. Sedangkan enam stasiun bawah tanah dimulai dari Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

    Adapun MRT mengoperasikan 14 kereta dari total 16 kereta. Sebanyak dua kereta disimpan sebagai cadangan. Perjalanan dari stasiun Bundaran HI menuju stasiun Lebak Bulus memakan waktu 30 menit dengan maksimum kecepatan 100 km/h untuk elevated dan 80 km/h untuk perjalanan bawah tanah.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id