Awak Kabin Garuda Dukung Pencopotan Ari Ashkara

    Annisa ayu artanti - 06 Desember 2019 08:02 WIB
    Awak Kabin Garuda Dukung Pencopotan Ari Ashkara
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) mendukung langkah pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencopot jabatan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Harapannya performa Garuda Indonesia bisa lebih baik lagi di kemudian hari.

    "IKAGI sebagai wadah serikat pekerja awak kabin akan mendukung segenap langkah pemerintah dalam menegakkan aturan," kata Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Desember 2019.

    Ia meminta kepada seluruh awak kabin yang bertugas untuk tetap menjalankan tugas seperti biasa dan tetap mengutamakan safety. Dirinya mengatakan menyikapi ramainya pemberitaan yang beredar saat ini mengenai kondisi Garuda indonesia dan isu penggantian kepemimpinan, IKAGI mengimbau kepada seluruh anggota untuk tetap menjalankan tugas.

    "Dengan sebaik-baiknya dan bekerja secara profesional," ujar dia, seraya meminta anggota IKAGI untuk terus mengembangkan produktivitas sehingga perusahaan bisa semakin maju dan kompetitif dalam persaingan global.

    Kemarin, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan mencopot jabatan Ari Ashkara karena diduga menyelundupkan motor Harley Davidson dalam pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A300-900 NEO yang diterbangkan dari Toulousse, Prancis ke Indonesia.

    Erick menemukan bukti dan informasi bahwa Harley tersebut adalah milik Ari Ashkara meskipun salah satu penumpang berinisial SAW melakukan self declare atas Harley tersebut. Erick bilang pada 2018 lalu Ari Ashkara menginstruksikan seseorang untuk mencari motor Harley Davidson klasik jenis softail head.

    Kemudian orang suruhan Ari Ashkara tersebut mencarinya dan mendapatkan motor tersebut. Pembayaran dilakukan Ari Ashkara melalui transfer ke rekening pribadi milik manajer keuangan Garuda Indonesia di Amsterdam.

    "Pembelian dilakukan pada April 2019. Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi finance manager Garuda di Amsterdam. Saudara IJ membantu mengurus pengiriman dan lain-lain," tutur Erick.

    Menurutnya, proses pembelian Harley ini telah mencoreng citra perusahaan BUMN. Pasalnya dilakukan secara sistematis dan berencana. Pembelian motor ini pun dilakukan tidak oleh individu, tetapi bersama-sama pejabat Garuda Indonesia.

    Atas sikap tersebut, Erick secara langsung memberhentikan Ari Ahskara dari jabatannya sebagai direktur utama Garuda Indonesia. "Dengan itu saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara direktur utama Garuda," pungkas Erick.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id