Sisi Positif dan Negatif Simpan Emas di Safe Deposit Box

    Nia Deviyana - 11 November 2019 20:52 WIB
    Sisi Positif dan Negatif Simpan Emas di <i>Safe Deposit Box</i>
    Emas. Foto : AFP.
    Jakarta: Berinvestasi logam mulia bukanlah tanpa risiko. Itu sebabnya, banyak yang menyarankan untuk menyimpan emas di safe deposit box, layanan penyimpanan barang berharga dalam sebuah kotak berpengaman.

    Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengimbau untuk membaca ketentuan sebelum memutuskan menyimpan emas di deposit deposit box.

    "Ada beberapa bank harus memberitahukan apa yang ada di box, kalau enggak mereka tidak jamin," ujar Bhima saat mengisi diskusi di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Senin, 11 November 2019.

    Selain itu, lanjut Bhima, pertimbangkan juga track record penyedia layanan. "Apakah mereka punya track record jelek atau tidak, jadi jangan asal simpan. Cari tahu juga apakah mereka akan ganti kalau ada kehilangan," imbuhnya.

    Melansir website e-mas.com, ada plus dan minus menyimpan emas di safe deposit box. Untuk kelebihannya, ada beberapa poin yang bisa menjadi bahan pertimbangan.

    Pertama, cenderung jauh lebih aman. Safe Deposit Box terbuat dari baja tahan api dan ditempatkan pada ruangan dengan sistem keamanan yang dipantau selama 24 jam.

    Safe deposit box juga tersedia dalam bermacam ukuran. Dengan begitu, konsumen bisa menyesuaikan ukuran kotak dengan jumlah emas atau barang yang dimiliki.

    Di samping itu, bank akan menjaga kerahasiaan barang. Meski terkadang barang juga harus diperlihatkan jika diperlukan oleh bank, secara keseluruhan barang yang disimpan akan terjamin keamanan dan kerahasiaannya.

    Meski aman, ada beberapa poin juga yang perlu menjadi pertimbangan. Pertama, tarif sewa cukup mahal. Tarif sewa safe deposit box bisa berbeda-beda antara satu dan lain bank.

    Meski begitu, tarif sewa bisa dibilang tergolong cukup mahal sehingga tidak terlalu efektif jika hanya digunakan untuk menyimpan emas dengan berat kecil. Biaya yang dibebankan di antaranya, uang sewa, uang jaminan kunci, dan denda keterlambatan pembayaran sewa.

    Pihak bank tidak bertanggung jawab jika ada kehilangan atau kerusakan barang yang terjadi bukan karena kesalahan bank. Jadi, bank tidak bertanggung jawab jika ada kerusakan yang disebabkan oleh adanya bencana alam, seperti tsunami atau banjir.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id