Serikat Karyawan Dukung Penegakan Hukum di Lingkungan JICT

    Ade Hapsari Lestarini, Yurike Budiman - 27 November 2019 10:55 WIB
    Serikat Karyawan Dukung Penegakan Hukum di Lingkungan JICT
    Serikat karyawan JICT saat berdemo. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman.
    Jakarta: Serikat Karyawan (Sekar) PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) menyayangkan adanya politisasi dan penyesatan isu terkait proses hukum terhadap salah satu karyawan JICT yang juga anggota Serikat Pekerja (SP) JICT, RW. RW sebelumnya telah dilaporkan ke polisi akibat tindak kekerasan dan dugaan pelanggaran UU ITE terhadap salah satu anggota keamanan JICT.

    "Kami prihatin dan menyayangkan upaya sejumlah oknum karyawan yang mempolitisasi kasus ini dan meyebar fitnah di antara karyawan dan masyarakat. Masalah ini murni persoalan individual yang bersangkutan (RW), tidak ada hubungannya dengan perusahaan," jelas Ketua Sekar JICT Suwandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 27 November 2019.

    Suwandi mengungkapkan tidak ada pengeroyokan terhadap RW oleh (YA), (SA) dan seorang pegawai organik Pelindo II (A). Persoalan ini juga tidak ada hubungannya dengan upaya pemberangusan terhadap serikat karyawan di lingkungan JICT. Dugaan tindak pidana terhadap RW dan juga YA, yang saat ini juga dalam proses hukum, merupakan masalah individu.

    Sebelumnya YA telah melaporkan RW terkait dugaan tindak pidana penganiayaan dan dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Kasusnya kini ditangani Polres KP3 Tanjung Priok. Sementara YA juga ditahan oleh Polda Metro Jaya akibat laporan yang dilakukan oleh RW terkait penganiayaan.

    "Kasus ini tidak ada kaitannya dengan JICT. Biarkan karyawan bekerja dengan baik dan dapat terus berkontribusi untuk bangsa dan negara. Jangan memprovokasi dan mempolitisasi JICT untuk kepentingan individu," tegas Suwandi.

    Serikat Karyawan JICT, lanjut Suwandi, mendukung aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini dengan adil dan tuntas. Ia juga berharap, persoalan ini dapat menjadi pelajaran bagi para karyawan di lingkungan JICT untuk tidak melakukan tindak kekerasan dan pelanggaran hukum yang justru akan merugikan diri sendiri dan perusahaan.

    "Setiap tindakan yang dapat merugikan pekerja dan perusahaan serta melanggar hukum harus ditindak tegas dan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Sekar JICT mendukung penuh penegakan hukum di lingkungan JICT untuk mewujudkan situasi kerja yang kondusif, demi kepentingan karyawan dan perusahaan," imbuhnya.

    Ratusan serikat pekerja JICT pada Selasa, 26 November 2019 menggelar aksi solidaritas dan posko perjuangan. Aksi ini dilakukan sebagai upaya tuntutan para buruh kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung, untuk membebaskan RW.

    RW adalah salah satu aktivis SP JICT yang ditahan di Polres Pelabuhan sejak Kamis, 21 November 2019. Penahanan ini dinilai sebagai tindak kriminalisasi terhadap buruh JICT atas kasus yang belum jelas buktinya.

    "Aksi hari ini kami menuntut agar Kapolres Pelabuhan membebaskan RW yang ditahan tanpa alasan yang jelas, tanpa bukti yang lengkap. Kami ingin secepatnya RW dibebaskan dan stop kriminalisasi kepada para pekerja khususnya pekerja PT JICT dan pekerja pelabuhan pada umumnya," kata Zul, selaku Koordinator aksi unjuk rasa, ditemui di depan Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, saat melakukan aksi bersama ratusan buruh, Selasa, 26 November 2019.

    Sebelumnya Rio dikeroyok dua orang supervisi sekuriti JICT dan satu orang pegawai organik Pelindo II tanpa alasan jelas. Rio yang seharusnya menjadi korban pengeroyokan malah dilaporkan balik oleh manajer sekuriti perusahaan terkait tuduhan penghinaan Facebook (UU ITE) dan tuduhan penganiayaan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id