Bali Jadi Proyek Percontohan Transportasi Ibu Kota Baru

    Desi Angriani - 16 Januari 2020 21:11 WIB
    Bali Jadi Proyek Percontohan Transportasi Ibu Kota Baru
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto ; Medcom.
    Jakarta: Pemerintah berencana menjadikan Bali sebagai proyek percontohan transportasi massal di ibu kota baru. Pasalnya, kemacetan di Pulau Dewata disebabkan oleh maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek percontohan itu bakal diawali dengan menempatkan bus-bus dengan jarak tunggu 10 menit. Banyaknya armada bus diyakini membuat wisatawan maupun penduduk setempat beralih dari kendaraan pribadi.

    "Saya lagi mikir Bali. Bali itu kan ada Kuta, macetnya bukan main. Kita naruh bus-bus itu dengan headway 10 menit," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.

    Budi menuturkan setelah warga Bali dan pelancong terbiasa menggunakan transportasi umum, pemerintah akan mengganti seluruh bus konvensional itu dengan bus berbasis listrik. Bus gandeng listrik ini akan memiliki jalur khusus yang dimulai dari Kuta ke Buleleng sepanjang 80 kilometer.

    "Jadi kita mau bikin jalur khusus dan kita mau bikin semacam troly bus. Jadi gandeng 2-3 sehingga itu dedicated," imbuhnya.

    Lebih lanjut, pengoperasian bus ini masih menerapkan sistem konvensional layaknya SK Train di Bandara Soetta atau menggunakan pengemudi. Pasalnya, wilayah Bali tidak didesain layaknya ibu kota baru yang siap dengan berbagai teknologi di bidang transportasi.

    "Kalau mau autonomous bisa, tapi kita konservatif sambil melihat kemungkinan," ungkap dia.

    Adapun proyek percontohan tersebut ditaksir menelan dana Rp5 triliun. Pemerintah akan mengimplementasikan rencana itu pada akhir 2021 dengan target tiga tahun atau 2024.

    "Kalau Bali kira-kira Rp5 triliun. Mulai mungkin akhir 2021," pungkas dia.

    Transportasi massal di ibu kota baru akan menggunakan teknologi otonom (autonomous), alias dikemudikan tanpa awak. Pemerintah menargetkan operasional kendaraan otonom di Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara pada 2024.

    Beberapa negara seperti Jerman, Inggris, hingga Singapura telah mengoperasikan bus tanpa awak, meski baru secara terbatas di kota-kota tertentu.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id