Pinjaman via Fintech Lending di Papua Capai Rp62 Miliar

    Roylinus Ratumakin - 22 November 2019 20:20 WIB
    Pinjaman via <i>Fintech Lending</i> di Papua Capai Rp62 Miliar
    Suasana pelayanan di Kantor OJK Papua dan Papua Barat. Foto: Medcom.id/Roy Ratumakin.
    Jayapura: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pinjaman melalui financial technology (fintech) lending yang disalurkan kepada masyarakat di Provinsi Papua sebesar Rp62,90 miliar dan Papua Barat sebesar Rp32,89 miliar.

    Data statistik per 30 September 2019 tersebut tumbuh sekitar 206,96 persen untuk Provinsi Papua dan 310,22 persen untuk Provinsi Papua Barat jika dibandingkan dari data 31 Desember 2018.

    Kepala OJK Papua dan Papua Barat Adolf Simanjuntak mengatakan jumlah pinjaman tersebut disalurkan kepada 17.616 entitas di Provinsi Papua (tumbuh 263,67 persen) dan 9.236 entitas di Papua Barat (tumbuh 335,45 persen).

    "Jumlah lender (pemberi pinjaman) di Provinsi Papua sebanyak 1.181 entitas (tumbuh 43,50 persen secara ytd) dan sebanyak 546 entitas di Provinsi Papua Barat (tumbuh 85,08 persen secara ytd)," kata Adolf, di Papua, Jumat, 22 November 2019.

    Kata Adolf, hingga November 2019, terdapat 144 perusahaan pinjaman online yang terdaftar dan berizin di OJK. Namun, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi sejak awal 2018 sampai September 2019 telah menangani dan menutup 1.350 perusahaan fintech online ilegal bekerja sama dengan Kementerian Kominfo.

    "Kami mengimbau kepada masyarakat agar dapat lebih jeli untuk melakukan pinjaman secara online dengan memastikan fintech lending tersebut telah terdaftar di OJK," ujarnya.

    Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga data pribadi di tengah kemudahan teknologi finansial agar tidak disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab.

    "Jangan tergoda dengan iming-iming hadiah atau imbalan uang dengan memberikan identitas diri (KTP,SIM, Paspor) dan foto diri kepada orang lain. Data pribadi tersebut dapat disalahgunakan untuk membuat akun palsu dan bertransaksi keuangan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id