Pengembangan Pertanian RI Harus Disokong Teknologi IT

    Ilham wibowo - 12 Desember 2019 15:00 WIB
    Pengembangan Pertanian RI Harus Disokong Teknologi IT
    Chairman Institute for Food and Agriculture Development Studies (IFADS) Iskandar Andi Nuhung. Foto: Ilham Wibowo
    Jakarta: Peningkatan produktivitas sektor pertanian Indonesia dinilai masih sangat potensial untuk terus dikembangkan. Penerapan teknologi modern pun perlu didukung gerakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah.

    Chairman Institute for Food and Agriculture Development Studies (IFADS) Iskandar Andi Nuhung mengatakan Indonesia yang berada di wilayah agraris pengelolaannya perlu lebih dimaksimalkan agar manfaatnya dirasakan sebagai kedaulatan pangan negara maupun pertumbuhan ekonomi. Peran serta masyarakat diperlukan terutama menyadari pentingnya mengawal produksi pangan yang berkualitas.

    "Indonesia ini negara khatulistiwa sehingga hampir semua tanaman dan hewan ada di Indonesia. Sekarang kita sudah bisa tanam kurma, dan komoditi lain dan ahan pertanian kita luar ini biasa potensinya," kata Andi dalam sebuah diskusi di Seribu Rasa, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Desember 2019.

    Panfaatan teknologi informasi jadi sektor yang penting sebagai solusi menghadapi pengurangan lahan pertanian. Tingkat konsumsi yang semakin meningkat jadi tantangan yang mesti segera diatasi secara berkelanjutan.

    Produktivitas pertanian juga perlu terus didorong agar disukai kaum muda. Pemanfaatan teknologi digital pun diproyeksikan bisa mendorong pertumbuhan lapangan kerja baru di sektor produksi pangan.

    "Pemerintah telah berusaha keras bangun pertanian ini secara baik, tapi ekspektasi pasar lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pertanian. Perlu gerakan masif terutama kontribusi masyarakat agar pertanian bisa tumbuh," ujarnya.

    Pemanfaatan teknologi juga mesti sesuai dengan kebutuhan menghadapi tantangan di Indonesia. Pengembangan yang telah dilakukan Amerika maupun Eropa tak bisa begitu saja diimplementasikan kepada petani di Tanah Air lantaran beragam perbedaan seperti budaya dan luas lahan yang dikelola.

    "Kita tidak boleh ketinggalan di industri 4.0 ini yang sudah jadi komitmen pemerintah. Semua teknologi yang ada kita coba tapi paling ideal dan paling diterima petani karena pertanian kita lahannya kecil-kecil," paparnya.

    Andi mendukung penuh langkah Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang kini fokus dalam pemanfaatan teknologi di sektor pertanian. Indonesia yang berjumlah penduduk mencapai 300 juta jiwa pada 2030 kebutuhan pangannya diharapkan bisa terjaga dengan baik hasil produksi dalam negeri.

    "Mentan sudah mulai akan mengkombinasikan sistem informasi dengan baik, sehingga bisa dideteksi kapan panen, kapan tanam, termasuk penyaluran pupuk dan sebagainya," tuturnya," kata Andi.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id