Pemerintah Permudah Syarat Penerima Program Diskon Mesin bagi IKM

    Ilham wibowo - 30 September 2019 16:18 WIB
    Pemerintah Permudah Syarat Penerima Program Diskon Mesin bagi IKM
    Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana mempermudah pengajuan program restrukturisasi industri kecil menengah (IKM). Syarat klasifikasi bagi penerimanya yang ingin membeli mesin baru bakal diubah

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan langkah ini akan dilakukan dengan merevisi Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian Nomor 64/2016 tentang Besaran Jumlah Tenaga Kerja dan Nilai Investasi untuk Klasifikasi Usaha Industri. Regulasi tersebut dirasakan menghambat dalam penyerapan pagu anggaran program.

    "Batasan IKM penenerima restrukturisasi sampai Rp15 miliar termasuk tanah dan bangunan, nah itu kan terlalu kecil untuk industri menengah, di Jakarta saja udah berapa coba tanah dan bangunan sendiri," kata Gati ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin, 30 September 2019.

    Tahun ini saja total anggaran restrukturisasi usaha bagi IKM hanya Rp4 miliar, turun dibandingkan 2018 sebesar Rp7 miliar. Penurunan disinyalir terjadi lantaran klasifikasi IKM yang diperbolehkan mendapatkan program ini wajib beraset Rp15 miliar. Sementara kebutuhan restrukturisasi mesin dan peralatan produksi rata-rata terjadi pada pelaku IKM yang nilai asetnya di atas Rp15 miliar.

    Langkah revisi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pagu anggaran restrukturisasi usaha bagi pelaku IKM. Sebab, potensi IKM Tanah Air yang bisa ditingkatkan kualitas dan produktivitas jumlahnya masih banyak.

    "Nantinya skala IKM dinaikkan, misalnya bayangannya sampai Rp25 miliar (nilai asetnya) termasuk investasi mesin dan bangunan untuk di industri menengah sehingga dia bisa dapat fasilitas restrukturisasi ini," ungkapnya.

    Gati menambahkan penyerapan anggaran restrukturisasi 2019 baru sekitar 80 persen. Realisasi penyerapan diharapkan bisa rampung seluruhnya hingga akhir tahun ini.

    Adapun program ini menjadi dorongan bagi IKM yang ingin memperbaharui mesin atau peralatan produksinya. Kemenperin akan memberikan potongan 30 persen dari nilai pembelian mesin atau peralatan dari produsen dalam negeri. Namun apabila pembeliannya dari luar negeri, pemerintah akan memberikan diskon sebanyak 25 persen dari harga produk.

    Program kemudahan melakukan peremajaan mesin ini juga mendorong pelaku usaha dalam negeri meningkatkan produktifitas dan kualitas usahanya. Langkah strategis ini sebagai cara menahan laju importasi produk-produk industri manufaktur adalah dengan meningkatkan produktifitasnya melalui peremajaan peralatan produksi dan peningkatan SDM.

    "Nanti akan ada potongan harga, mereka beli dulu dengan uangnya sendiri dan mesin harus baru lalu reimburse ke kita. Nah potongannya 30 persen itu kalau misalnya mesinnya dari dalam negeri, kalau impor potongan 25 persen dan maksimal potongannya  Rp300 juta," tutur Gati.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id