Sensus Penduduk 2020 Rekam Bayi hingga Manula

    Ilham wibowo - 14 Februari 2020 12:03 WIB
    Sensus Penduduk 2020 Rekam Bayi hingga Manula
    Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
    Jakarta: Pendataan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) secara online bakal dimulai serentak pada Sabtu, 15 Februari 2020. Proses pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyiapkan sistem khusus untuk memudahkan pengisian data.

    Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan bahwa masyarakat hanya perlu menyiapkan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang di dalamnya terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK). Data tersebut bisa diisikan oleh satu orang di lingkungan keluarga atau secara masing-masing menggunakan perangkat telepon pintar.

    "Semuanya, jadi sensus penduduk itu dari bayi sampai manula, kita harus bisa menangkap semua, sehingga nanti kita punya data yang bagus dari RT, RW," kata Suhariyanto usai memimpin Apel Siaga SP2020 di Kantor Pusat BPS Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.

    Masyarakat perlu mencermati panduan untuk mengisi data identitas mereka. Langkah pertama yakni dimulai dengan membuka situs resmi Sensus Penduduk sensus.bps.go.id.

    Kemudian, masukkan NIK dan KK serta kode 'captcha' yang terlihat dalam layar, setelah itu klik 'cek keberadaan'. Pada tahap selanjutnya, masyarakat akan diminta membuat sandi kunci atau password yang hanya berlaku untuk seluruh anggota dalam satu KK.

    "Nanti setiap KK password-nya hanya satu. Kalau satu KK ada lima orang, password harus sama. Bisa diisikan semuanya, bisa juga masing-masing, tapi password-nya harus sama," paparnya.

    Di dalam pendataan tersebut, masyarakat akan diminta menjawab 22 pertanyaan data dasar, seperti nama, tempat dan tanggal lahir, agama, tempat tinggal sekarang, pendidikan terakhir hingga pekerjaan. Dengan begitu, seluruh anggota dalam satu Kartu Keluarga, baik itu bayi sampai manula dapat terekam data dasar pribadi mereka lewat SP2020 ini.

    Apabila masyarakat mengalami kendala dalam pemasukan data, mereka bisa mencoba tiga kali. Namun, jika tetap tidak bisa, setelahnya ada pemberitahuan bahwa akan ada petugas sensus yang mendatangi rumah mereka pada Juli 2020.

    "Petugas akan mendatangi, katakanlah dalam satu RT ada 100 rumah tangga. Misal yang 25 sudah secara online, yang online kita centang dan yang belum kita datangi bersama Ketua RT untuk mendampingi melakukan pendataan," ujarnya.

    Dalam melaksanakan SP2020 secara online, BPS telah mendapat dukungan dari Badan Siber dan Sandi Negara, Institut Teknologi Bandung, Biro Statistik Australia, dan Kementerian Kominfo guna menguatkan jaringan komunikasi dan internet dan keamanan data.

    Adapun dalam SP2020 ini, BPS menggunakan metode kombinasi (combine method) yang menggunakan data administrasi pendudukan dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis data dasar. Data administrasi Dukcapil tersebut menjadi dasar untuk menghasilkan satu data kependudukan.

    Periode Sensus Penduduk Online (SP Online) akan dimulai pada 15 Februari-31 Maret 2020. Bagi penduduk yang belum mengikuti SP Online, mereka akan didatangi Petugas sensus untuk melakukan Sensus Penduduk Wawancara dengan menggunakan hp/tablet atau kuesioner kertas selama Juli 2020.

    Data penduduk yang dihasilkan melalui SP2020 merupakan data dasar yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan di berbagai bidang seperti pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain sebagainya.




    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id