Bertemu OJK

    Nasabah Jiwasraya Kecewa Hasilnya Nihil

    Eko Nordiansyah - 06 Februari 2020 19:53 WIB
    Nasabah Jiwasraya Kecewa Hasilnya Nihil
    Nasabah Asuransi Jiwasraya, Haresh Nandwani. Foto : Medcom.
    Jakarta: Para nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku kecewa pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak membuahkan hasil. Pasalnya pihak OJK hanya diwakili oleh seorang deputi komisioner, yang tidak memiliki kapasitas untuk memutuskan persoalan Jiwasraya.

    "Tadi kita ketemunya dengan Pak Wayan, salah satu deputi komisioner, garis besarnya dia hanya mendengar saja, tidak memberikan jawaban apapun, tidak memberikan solusi apapun," kata salah seorang nasabah Haresh Nandwani di Gedung Wisma Mulia II, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.

    Menurut Haresh, poin yang disampaikan kepada OJK tidak jauh berbeda dengan yang dibicarakan di Kementerian Keuangan. Para nasabah hanya berharap dana yang selama ini telah diinvestasikan di perusahaan asuransi BUMN itu bisa segera dikembalikan.

    "Intinya cuma satu supaya cepat dibayar saja. Persoalan mereka ada urusan hukum ini itu kita tidak perlu tahu dan kita tidak mau dipusingkan. Biar mereka sendiri yang urus di belakang layar. Uang kita dikembalikan saja," ungkapnya.

    Dalam pertemuan tadi, OJK dinilai hanya menampung masukan dari para nasabah saja. Bahkan mereka menyarankan kepada para nasabah untuk mendatangi pimpinan Jiwasraya, atau Kementerian BUMN selaku penanggung jawab dari perusahaan pelat merah tersebut.

    Para nasabah menuntut agar OJK selaku regulator tidak lepas tangan begitu saja soal masalah ini. Terlebih OJK telah mengetahui jika Jiwasraya telah mengalami kendala keuangan sejak 2013 lalu, namun tetap diizinkan untuk mengeluarkan produk JS Saving Plan.

    "Mestinya kalau saja OJK melaksanakan tugasnya dengan baik, tugas OJK kan pengawasan. Kalau dulu dia mengawasi, tadi mereka sudah tahu dan akui di 2013 sudah tahu Jiwasraya ini sudah merugi, tidak sehat. Kalau sudah tahu kenapa diizinkan jual produk ini. Kan sama juga mereka terlibat menjual produl yang busuk," pungkas dia.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id