Manulife Permudah Klaim Korban Gempa di Palu

    Ade Hapsari Lestarini - 06 Februari 2020 11:31 WIB
    Manulife Permudah Klaim Korban Gempa di Palu
    District Manager-Palu Star One Manulife Septina F. Mangitung (kedua dari kanan). Foto: dok Manulife.
    Palu: Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya Kota Palu dan Donggala sangat rentan gempa bumi dan tsunami. Sejumlah peneliti sudah lama mengungkapkan hal itu, jauh sebelum terjadinya gempa bumi yang disusul tsunami, serta likuifaksi pada 28 September 2018 lalu. Masyarakat diminta waspada karena wilayah di sana masih sangat rentan dan kemungkinan besar terulang.

    Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta Pemerintah Provinsi Sulteng merevisi tata ruang dan wilayah di kawasan rawan bencana. Hal itu untuk mengurangi risiko kerugian materi dan korban jiwa akibat bencana alam yang masih mengintai Sulteng. Tragedi gempa bumi disusul tsunami dan likuifaksi ketika itu menyengsarakan masyarakat Sulteng. Korban jiwa saat itu lebih dari 3.700 orang, sekitar 55 ribu bangunan hancur, dan kerugian materi mencapai sekitar Rp18,4 triliun.

    Tragedi itu menggugah kepedulian Manulife Indonesia di Palu. Di tengah keterbatasan dan kesusahan yang diderita, mereka tetap berjuang membantu nasabah.

    "Kantor kami rusak, bahkan kami yang saat itu berada di kantor nyaris tertimpa reruntuhan, beruntung kami selamat. Kendaraan kami hancur tertimpa reruntuhan," ujar Manajer Distrik Manulife Indonesia Palu Seprina Fifian Mangitung, dalam keterangan resminya, Kamis, 6 Februari 2020.

    Peristiwa gempa bumi itu merenggut nyawa dua agen perusahaan asuransi jiwa PT Manulife Indonesia yakni Reni Juaningsih dan M Rusli. Kantor rusak, listrik padam, jaringan komunikasi terhambat, dan dokumen-dokumen porak poranda. Ternyata pihak kantor pusat Manulife Indonesia di Jakarta bertindak cepat. Mereka mengirim pasokan bantuan, termasuk memberikan informasi-informasi penting untuk penanganan bantuan terhadap nasabah.

    "Kami semua, staf kantor dan agen-agen yang ada tetap bekerja mencari nasabah dan membantu memberikan bantuan, termasuk kepada masyarakat," ujar Fifian.

    Seluruh agen mendapat bantuan, termasuk biaya untuk merenovasi rumah yang rusak akibat gempa. Bahkan, ada beberapa agen yang mendapat dana hingga puluhan juta rupiah untuk memperbaiki kendaraan mereka yang rusak saat terparkir di kantor Manulife di Palu.

    Staf Kantor Manulife di Palu, Rosalina Hariyanti mengisahkan, kantor pusat di Jakarta meminta para staf dan agen terlebih dulu memprioritaskan keluarga dan nasabah. "Inilah yang membuat kami semangat untuk bangkit, di tengah kesusahan, kami tetap berupaya membantu nasabah-nasabah," tutur Lina.

    Ketika itu, kantor pusat di Jakarta, mengirim data informasi seluruh nasabah. Manulife ingin memberi kemudahan dalam proses klaim, termasuk dokumen-dokumen yang diminta. Pencairan juga dipercepat. Tak hanya itu, seluruh nasabah yang terdampak bencana juga mendapat keringanan berupa pembebasan pembayaran premi selama satu tahun. Seluruh premi selama satu tahun itu ditanggung Manulife Indonesia.

    Tak hanya itu, kepedulian Manulife terhadap para agen juga membuat jumlah agen bertambah yang sebelumnya hanya 79 orang, kini menjadi sekitar 90 orang.

    Hal senada dikatakan Sufiaty Sonrang, pensiunan pegawai Pemprov Sulteng yang suaminya, Suparman Hasan, tewas tertimpa pagar beton saat gempa terjadi. Saat gempa, ia mengungsi ke Makassar. Baru lima hari di Makassar, ia dihubungi pihak Manulife yang ingin memproses pencairan untuk klaim polis suaminya.
     
    “Semuanya serba cepat dan mudah, dokumennya pun sederhana, cukup surat kematian dan kartu keluarga, karena memang Manulife memahami, saat tragedi, pasti banyak keluarga yang kesulitan dengan barang-barang serta dokumen milik mereka,” papar Sufiaty.

    Ia menjelaskan, semua proses dibantu pihak Manulife. Semuanya tidak ada yang dipersulit. Hanya lima hari kerja, ternyata sudah cair. "Jumlahnya membuat kami kaget, karena mencapai Rp600 juta. Jelas itu sangat membantu, apalagi saya hanya pensiunan," kenang Sufiaty.

    Tidak hanya itu, ia juga mendapat fasilitas dibebaskan dalam membayar premi selama satu tahun. Pihak Manulife yang membayar preminya itu. Sejak kejadian tersebut, baik Adi maupun Sufiaty mulai sadar pentingnya asuransi bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, tragedi tidak bisa diketahui kapan akan terjadi.

    "Sebaiknya kita semua punya asuransi. Kita tidak tahu tiba-tiba dibutuhkan, karena itu sangat berguna. Awalnya saya termasuk orang yang tidak percaya sama asuransi. Dengan kejadian seperti ini, saya semakin paham sebaiknya tiap keluarga memiliki asuransi. Soalnya kita tidak tahu kapan terjadi tragedi, kecelakaan, dan kematian," ujar Adi.

    Berdasarkan pengalaman itulah yang membuat saat ini Sufiaty berniat bergabung menjadi agen Manulife. Menurut dia, pentingnya membangun pemahaman pentingnya memiliki proteksi perlu terus digaungkan kepada masyarakat Indonesia.

    Pada kesempatan terpisah, Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan pihaknya memahami kebutuhan solusi perencanaan keuangan keluarga Indonesia yang beragam, termasuk kebutuhan nasabah yang mengalami musibah bencana alam.

    Menurut dia, nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Terbukti hingga November 2019 (unaudited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp 5,3 triliun atau setara Rp 15 miliar per hari atau Rp 608 juta per jam.

    Pada 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar Rp5,5 triliun atau Rp15 miliar setiap harinya, dan Rp626 juta setiap jamnya. Di 2017, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp6,6 triliun atau sekitar Rp18 miliar per hari atau berkisar Rp753 juta per jam. Pada 2016 jumlah klaim yang dibayar sebesar Rp6,8 triliun, sedangkan di 2015 mencapai Rp5,6 triliun.




    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id