• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Persoalan Stunting jadi Kendala Pemenuhan Modal Manusia

12 Oktober 2018 15:02 wib
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Nusa Dua: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan persoalan gangguan tumbuh kembang anak atau stunting menjadi salah satu hambatan Indonesia dalam pemenuhan isu modal manusia.

"Pekerjaan Rumah (PR) besar kita di stunting karena masih ada persoalan kapasitas orang berkembang dan tingkat kecerdasan," kata Suahasil, seperti dikutip dari Antara, di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018.

Suahasil menjelaskan untuk mengatasi persoalan ini membutuhkan kerja sama multi sektoral, tidak hanya di satu bidang, namun juga sinergi terutama pada sektor kesehatan maupun pendidikan. Selain itu, idealnya penanganan masalah stunting tidak hanya dilakukan setelah sang anak lahir, namun ikut diupayakan ketika si ibu belum mengalami kehamilan.

"Kita ingin si ibu pada saat muda, tidak sakit-sakitan, karena nanti berpengaruh ke anaknya. Kita ingin semua sehat agar ketika ibu mengalami proses melahirkan, anak yang dilahirkan juga sehat," ujarnya.

Sebelumnya, Bank Dunia meluncurkan laporan Human Capital Index atau Indeks Modal Manusia yang bermanfaat untuk mengukur upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam laporan tersebut, Indonesia berada peringkat 87 dari 158 negara, dengan nilai 0,53 dalam skala 0-1, dengan satu menjadi nilai terbaik.

Ukuran penghitungan meliputi tiga kriteria, yakni kelangsungan hidup (akankah anak-anak yang lahir hari ini bertahan hidup hingga mereka mencapai usia sekolah?), pendidikan (berapa banyak masa sekolah yang akan mereka selesaikan dan berapa banyak yang akan mereka pelajari?), kesehatan (apakah mereka akan meninggalkan bangku sekolah dengan kesehatan yang baik, siap untuk belajar lebih lanjut dan/atau bekerja saat mereka dewasa?).

Menurut kriteria tersebut, jika skor suatu negara, misalnya, 0,5, berarti individu dan negara secara keseluruhan kehilangan setengah potensi ekonomi masa depan mereka. Dengan penilaian ini berarti pemerintah perlu meningkatkan investasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas modal manusia melalui kesehatan dan pendidikan demi daya saing ekonomi Indonesia.


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.