Bos Freeport Sambangi Erick Thohir

    Suci Sedya Utami - 07 Februari 2020 14:19 WIB
    Bos Freeport Sambangi Erick Thohir
    CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson dan President Director PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya
    Jakarta: CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson menyambangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adkerson datang bersama President Director PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas.

    Pantauan Medcom.id, keduanya tiba di Gedung Kementerian BUMN pukul 12.51 WIB, Jumat, 7 Februari 2020. Adkerson menggunakan batik cokelat. Demikian pula Tony mengenakan batik berwarna hijau toska. Mereka langsung berjalan menuju lift tanpa sepatah kata pun.

    Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyatakan peralihan peralihan kegiatan tambang Freeport dari tambang terbuka menjadi tambang bawah tanah (underground mining) menyebabkan produksi tembaga dan emas Freeport turun dan berdampak pada merosotnya kinerja ekonomi di Papua.

    "Penyebab utamanya adalah Freeport. Penurunan produksi karena ada sistem tambang yang ada di sana itu yang menyebabkan papua mengalami kontraksi yang cukup dalam -15 persen pada 2019," kata Kepala BPS Suhariyanto.

    Sejak akhir 2018, ekonomi Papua selalu tumbuh negatif. Di kuartal IV-2018, pertumbuhannya -17,95 persen setelah di tiga kuartal sebelumnya tumbuh masing-masing sebesar 6,20 persen di kuartal tiga, 23,89 persen di kuartal II, dan 26 persen di kuartal I.

    Pertumbuhan negatif berlanjut di kuartal I-2019 yang sebesar -18,66 persen, kuartal II -23,91 persen, kuartal II -15,05 persen dan kuartal IV -3,73 persen.

    Dari catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan yang diajukan terjadi penurunan target produksi Freeport dari 2018 sejalan dengan adanya transisi tambang Grasberg ke tambang bawah tanah.

    Direktur Mineral Yunus Saefulhak mengatakan 2018 realisasi produksi bijih tembaga mentah atau ore mencapai 270 ribu ton per hari dengan jumlah produksi konsentratnya mencapai 2,1 juta ton dalam setahun. Dari produksi konsentrat tersebut sebanyak 1,2 juta ton diperuntukan untuk ekspor sedangkan 800 ribu tonnya disalurkan ke PT Smelting Gresik untuk dilakukan pemurnian dan pengolahan.

    Yunus mengatakan produksi konsentrat Freeport tahun 2019 diperkirakan hanya 1,2 juta ton. Dari jumlah tersebut 200 ribu ton akan diekspor dan satu juta ton akan diolah di PT Smelting Gresik.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id