MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Mata Uang Digital masih Butuh Kajian

    23 Juli 2018 08:41 WIB
    Mata Uang Digital masih Butuh Kajian
    Ilustrasi. (FOTO: AFP)
    New York: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan penerapan mata uang digital, seperti central bank digital currency (CBDC) dan crypto fiat currency yang menggunakan teknologi blockchain (distributed ledger technology), masih butuh kajian.

    Kajian itu juga dilakukan banyak negara lantaran penggunaan e-money dan cryptocurrency dalam bisnis berbasis digital masih terhambat oleh beberapa keterbatasan.
    "Di sisi lain, penerapan CBDC ini bermanfaat pada penguatan sistem pembayaran. Untuk Indonesia yang berpenduduk besar dan kondisi demografi yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau, berkembangnya financial technology dan digital payments juga bisa jadi salah satu solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui tersedianya akses keuangan, serta menghemat biaya," ungkap Wimboh dalam seminar tentang standardisasi mata uang digital fiat dan penerapannya yang digelar International Telecommunication Union dengan Cornell Research Academy di Cornell Tech, New York, AS, akhir pekan lalu.

    Namun, Wimboh mengingatkan, jika CBDC ini nantinya diterapkan, peran Bank Sentral sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran harus tetap dipertahankan. Aspek stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen juga tidak boleh dikesampingkan dalam penerapan CBDC.

    "Dalam penerapannya, juga perlu transisi bertahap dan paralel serta mekanisme konversi harus jelas dan transparan. Begitu pula aspek legalitas perlu disesuaikan," terang Wimboh melalui siaran persnya.

    Menurut Wimboh, berdasarkan riset dari Prof Angela Walch di St Mary's University School of Law, untuk penyesuaian legalitas sistem pembayaran digital, negara berkembang relatif lebih mudah daripada AS yang membutuhkan proses lebih panjang.

    OJK, lanjut Wimboh, bersama pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, dan lembaga internasional memiliki komitmen sebagai global collective efforts untuk menerapkan CBDC yang berkembang membawa manfaat bagi masyarakat. (Media Indonesia)

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id