KKP Tiru Norwegia Kelola Bisnis Budidaya Laut

    Husen Miftahudin - 21 Oktober 2019 15:12 WIB
    KKP Tiru Norwegia Kelola Bisnis Budidaya Laut
    Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
    Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ingin meniru upaya Norwegia dalam mengembangkan sektor budidaya laut. Hal ini agar Indonesia dapat mengelola kegiatan dan bisnis budidaya laut secara berkelanjutan serta membangun peraturan budidaya ikan yang kuat.

    Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan saat ini KKP telah berkolaborasi dengan Pemerintah Norwegia terkait Proyek Pengembangan Akuakultur Kelautan Berkelanjutan. Norwegia memberikan bantuan teknis dan membantu Indonesia dalam merumuskan peraturan khusus tentang budidaya ikan.

    "Sektor perikanan dan akuakultur sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi manusia dan memiliki peran yang semakin penting dalam memerangi kelaparan, sesuai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030," ujar Slamet di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 21 Oktober 2019.

    Kolaborasi KKP-Norwegia bertujuan untuk saling bertukar pikiran dalam penyediaan pangan yang sehat, murah, dan kontinu melalui budidaya ikan yang berkelanjutan. Terutama untuk pemanfaatan budidaya laut yang masih sangat terbuka luas.

    Apalagi, aku Slamet, Indonesia punya peluang besar dalam mengembangkan akuakultur laut. Ini terlihat dari potensi lahan perikanan budidaya seluas 12,1 juta hektare, namun pemanfaatan saat ini baru sebanyak 325.825 hektare.

    "Salah satu cara yang muncul untuk meningkatkan industri dan pengembangan akuakultur adalah melalui digitalisasi. Digitalisasi sektor ini telah menjadi kebutuhan akhir-akhir ini, mengingat teknologi dan inovasi tidak pernah berhenti untuk berkembang, begitu pula akuakultur," bebernya.

    Slamet berharap penerapan digitalisasi sektor budidaya laut dan akuakultur juga diikuti oleh sektor perikanan dan kelautan lainnya. Ini dilakukan agar potensi perikanan dan kelautan Indonesia dapat dijalankan secara maksimal, utamanya terkait dengan pengelolaan yang berkelanjutan.

    Adapun dalam hal ini perusahaan Sterner AS dari Norwegia telah bekerja sama dengan perusahaan budidaya ikan kakap Yogyakarta, El Rose Brothers. Sterner AS telah melakukan investasi budidaya ikan kakap di Yogyakarta dengan teknologi Recirculated Aquaculture System (RAS) sebesar USD50 juta.

    Duta Besar Norwegia untuk Indonesia HE Vegard Kaale menyampaikan keberhasilan negaranya dalam sektor akuakultur. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari penerapan regulasi dan kebijakan yang berbasis daya dukung lingkungan.

    Selanjutnya, mementingkan koordinasi dengan sektor lain, seperti sektor minyak dan gas sehingga dapat mencegah konflik antarsektor. Kemudian menerapkan protokol penanganan penyakit yang optimal dan menciptakan inovasi-inovasi teknologi untuk membantu sektor akuakultur lebih optimal dan efesien.

    "Sektor akuakultur dapat membantu mitigasi perubahan iklim, sekaligus, akuakultur dapat memproduksi pangan dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan daging merah sehingga mendukung tercapainya SDG Goals 13,  yaitu climate action," pungkas dia.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id