comscore

Laba Bersih Standard Chartered Tumbuh 3 Kali Lipat di 2018

Husen Miftahudin - 04 Maret 2019 19:14 WIB
Laba Bersih Standard Chartered Tumbuh 3 Kali Lipat di 2018
Konferensi pers kinerja keuangan Standard Chartered 2018 - - Foto: Medcom.id/ Desi Angriani
Jakarta: Standard Chartered Bank Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp536 miliar sepanjang 2018. Capaian itu melonjak sebanyak 371 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
 
Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro mengatakan, kenaikan laba bersih ini ditopang perbaikan kinerja di seluruh aspek finansial seperti pertumbuhan yang signifikan dari segmen corporate dan institutional banking.
 
"Pencapaian laba bersih di tahun 2018 ini tertinggi sejak 2018. Ini merupakan salah satu milestones penting dalam upaya kami mencapai aspirasi sebagai bank internasional terbaik di Indonesia," ujar Rino dalam konferensi pers kinerja keuangan Standard Chartered Bank Indonesia di Rafles Hotel, Jakarta Selatan, Senin, 4 Maret 2019.
 
Rino menjelaskan, pendapatan dari segmen corporate and institutional banking meningkat sebesar 36 persen. Capaian itu didukung oleh flow business seperti financial markets dan transaction banking yang meliputi trade finance, cash management dan securities services, serta corporate loans.
 
"Bank juga terus berpartisipasi dalam mendukung perkembangan ekonomi Indonesia dengan penyaluran kredit kepada UMKM berbasis ekspor yang mencapai 23 persen dari total penyaluran kredit. Jumlah ini meningkat secara signiflkan dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 13 persen," ungkap dia.
 
Sementara, penyaluran kredit bank juga mengalami peningkatan sebesar 17 persen yoy. Peningkatan didukung perbaikan kualitas aset yang tercermin dari peurunan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL), dari 3,90 persen di 2017 menjadi 2,22 persen di 2018.
 
Di segmen corporate dan commercial, Standard Chartered memfokuskan upaya pengembangan portofolio melalui jaringan internasional untuk memperdalam penetrasi korporasi-korporasi multinasional, meningkatkan partisipasi dalam mendukung proyek-proyek pemerintah termasuk infrastruktur, dan mengembangkan fasilitas perbankan dari hulu ke hilir.
 
Chief Financial Officer, Standard Chartered Bank Indonesia Anwar Harsono menambahkan bahwa pengeluaran beban operasional bank yang turun sebesar 6 pesen pada 2018 juga turut membantu kenaikan laba. Pencapaian ini didukung oleh upaya peningkatan digitalisasi dan efisiensi proses internal menjadi simpler, better, faster. Efisiensi biaya menghasilkan penurunan cost to income ratio (CIR) menurun ke level 65 persen dari 68 persen di tahun sebelumnya. 
 
"Kami menyadari pentingnya efisiensi operasional dan pengelolaan Iikuiditas yang optimal serta senantiasa menjaga permodalan agar tetap kuat. Pada saat yang bersamaan, kami juga menyadari pentingnya investasi untuk inovasi digital untuk mencapai efisiensi proses dan kenyamanan bagi nasabah. 
 
Strategi ini membuahkan penurunan CIR sebesar 3 persen, meningkatnya NIM sebesar 12 bps, dan CAR yang terjaga di atas 16 persen di 2018.
 
"Ke depannya, Standard Chartered menyongsong tahun 2019 di Indonesia dengan optimisme bahwa momentum kuat pertumbuhan ekonomi akan berlanjut. Kinerja Standar Chartered Bank pun diharapkan akan melanjutkan momentum peningkatan yang tinggi terutama pada segmen corporate dan institutional banking serta commercial banking," tutup Anwar.
 
 

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id