comscore

Penggunaan Aspal Karet di Jalan Nasional Diperluas

Rizkie Fauzian - 12 Maret 2019 17:54 WIB
Penggunaan Aspal Karet di Jalan Nasional Diperluas
Aspal karet. (FOTO: dok Kementerian PUPR))
Jakarta: Penggunaan aspal karet dalam penanganan jalan nasional di seluruh Indonesia akan diperluas. Keunggulan penggunaan karet alam pada campuran aspal antara lain meningkatkan ketahanan retak.

"Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Maret 2019.
Pada 2019, 93,66 kilometer jalan nasional ditargetkan akan menggunakan aspal karet sebanyak 2.542 ton. Dengan asumsi penggunaan karet tujuh persen terhadap aspal, maka jumlah karet yang terserap sebanyak 177,95 ton.

Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan tiga teknologi aspal karet yakni aspal karet alam cair (lateks), aspal karet alam padat (masterbatch), dan aspal serbuk alam teraktivasi (askat).

Ketiga teknologi tersebut telah diuji coba, yakni lateks di ruas jalan Ciawi-Sukabumi, masterbatch di ruas jalan Bogor-Parung, serta askat di ruas jalan Batas Karawang-Batas Cikampek.

Di Sumatra Selatan pada 2018, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang, Ditjen Bina Marga juga telah melakukan uji coba aspal karet di ruas jalan Muara Beliti-Tebing Tinggi-Lahat, Sumatra Selatan sepanjang 4,37 km dari total panjang ruas 183 km dengan anggaran sebesar Rp30,55 miliar.

Penggunaan aspal karet dalam penanganan jalan nasional di seluruh Indonesia merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo.

"Pak Menteri (PUPR) sekarang ngaspal jalan itu jangan pakai hanya aspal, campur dengan karet. Sudah dicoba di Sumsel, Riau, dan Jambi dan hasilnya bagus," kata Presiden Jokowi.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi sebelumnya mengatakan pembangunan jalan menggunakan aspal karet adalah jalan-jalan nasional yang mengalami kerusakan. Anggaran pembelian karet berasal dari Kementerian PUPR, totalnya mencapai Rp20 miliar untuk tahun ini.

"Anggaran masuk di PUPR. Pembelian karet Rp20 miliar saja, nanti untuk di-blended dengan aspal. Nanti (aspal karet) digunakan sementara di jalan negara," ungkap dia.

Budi berharap pemerintah daerah (pemda) ikut berkontribusi meningkatkan pemanfaatan karet. Sebagai penanggung jawab pengawasan dan pemeliharaan jalan provinsi dan jalan-jalan kabupaten, pemda bisa menggunakan aspal karet untuk pembangunan jalan-jalan daerah.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id