Mendorong Literasi Keuangan Melalui Generasi Milenial

    Ade Hapsari Lestarini - 18 Januari 2019 18:31 WIB
    Mendorong Literasi Keuangan Melalui Generasi Milenial
    Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
    Jakarta: Platform teknologi finansial (fintech) peer to peer lending PT Artha Dana Teknologi (Indodana) mendukung program peningkatan inklusi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Indodana pun merangkul generasi milenial, khususnya mahasiswa, untuk mengedukasi literasi keuangan di berbagai universitas di Jawa dan luar Jawa.

    Direktur Utama Indodana Ronny Wijaya mengatakan mahasiswa berperan penting dalam pemerataan literasi dan edukasi keuangan di masyarakat, sehingga mereka perlu memahami dengan baik bagaimana teknologi berkembang dan pemanfaatannya dalam memecahkan masalah keuangan melalui fintech.

    "Mahasiswa berperan sebagai agen edukasi dan literasi kepada masyarakat. Semakin paham mahasiswa tentang fintech dan bagaimana fintech membantu masyarakat dalam hal keuangan, semakin cepat peningkatan literasi keuangan di Tanah Air," ujar Ronny, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.

    Sebagai contoh, kehadiran fintech peer to peer lending membantu masyarakat mendapatkan pinjaman dengan mudah dan cepat hanya melalui handphone dan syarat KTP. Tak hanya memberikan pinjaman saja, fintech P2P lending juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai memberikan pendanaan secara daring dengan imbal hasil atraktif.

    Fakta di lapangan masih banyak masyarakat yang sulit mendapatkan pinjaman perbankan. Data Worldbank Findex Database 2017 mengungkapkan hanya 49 persen masyarakat Indonesia memiliki akses ke sistem perbankan konvensional dan hampir 78 persen nasabah tersebut susah atau tidak bisa mendapatkan pinjaman.

    "Fintech Indodana hadir sebagai solusi dalam membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui layanan keuangan berbasis teknologi yang mudah, aman, dan terjangkau," tambah Product Manager Indodana Timothy Prawiromaruto.

    Adapun roadshow literasi dan edukasi yang telah dilakukan Indodana di beberapa universitas di Pulau Jawa dan luar Jawa yaitu Jakarta, Bandung, Palembang, Padang, Bali, Batam, Manado, dan Medan. Antusiasme dan keingintahuan mahasiswa tentang dunia fintech sangat tinggi, mulai dari bagaimana fintech bekerja hingga manfaat yang bisa diberikan secara nyata untuk masyarakat.

    Sebagai salah satu fintech P2P lending terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indodana merupakan layanan pinjaman KTA melalui HP dan syarat KTP, Anda bisa mengajukan pinjaman hingga Rp8 juta dengan cicilan tetap dan terjangkau.

    "Tak perlu modal besar untuk pendanaan, di Indodana siapa saja bisa mulai pendanaan dengan uang Rp100 ribu, dan mendapatkan imbal hasil atraktif hingga 16 persen per tahun," ujar Timothy.

    Di sisi lain, terkait risiko, peminjam bisa lebih tenang. Indodana menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data untuk menurunkan risiko kredit, mencegah kecurangan, serta mengalokasikan dana pendanaan kepada para peminjam secara otomatis.

    "Kami peduli dengan inklusi dan edukasi keuangan. Melalui Indodana pinjaman dari masyarakat akan turut membangun riwayat kredit bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh bank. Hingga akhir tahun ini kami akan aktif sosialisasi ke banyak universitas di Indonesia," tutup Ronny.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id