Dana Desa Naik Tipis, Kades Diminta Fokus Entaskan Kemiskinan

    Misbahol Munir - 16 September 2020 01:59 WIB
    Dana Desa Naik Tipis, Kades Diminta Fokus Entaskan Kemiskinan
    Seorang anak bermain di atas gerobak di kawasan Karet, DKI Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
    Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan, alokasi dana desa tahun 2021 sebesar Rp72 triliun atau meningkat 1,1 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp71,2 triliun.

    Abdul Halim meminta kepala desa maksimal dalam menggunakan uang negara tersebut. Penggunaan dana desa lebih sederhana dari sebelumnya, kepala desa cukup mengacu pada 17 Sustainable Development Goals (SDGs) atau yang disebut pembangunan berkelanjutan.

    "Contoh, desa yang kita harapkan atau yang kita tuju adalah desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan," ujar Abdul Halim yang akrab disapa Gus Menteri dalam kegiatan Konsultasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2021 yang dihadiri 45 Kepala Desa asal Kabupaten Karawang, Selasa, 15 September 2021.

    Pihaknya kata Gus Menteri akan segara menerbitkan peraturan menteri (Permen) yang bakal menjadi acuan para kepala desa dalam menggunakan dana desa. Ia juga memastikan Permen tersebut lebih sederhana dibandingkan sebelum-sebelumnya.

    Baca juga: Dana Desa Belum Maksimal Turunkan Kemiskinan di Pedesaan

    Dengan Permen itu, lanjut dia, kepala desa tidak perlu kebingungan lagi karena di dalamnya akan dijabarkan target maupun indikator yang menjadi prioritas pembangunan desa yang menggunakan dana desa.

    "Misalnya, ada kepala desa yang ingin desanya menjadi desa sehat dan sejahtera. Ukurannya peraturan menteri, ada arahannya, targetnya, dan indikator yang telah dicapai, kalau mau ngambil target itu," imbuhnya.

    Kemendes, kata Gus Menteri, sifatnya hanya membuatkan rambu-rambu pembangunan desa. Selebihnya kepala desa diberikan kebebasan untuk improvisasi yang akan menjadi prioritas berdasarkan kebutuhan desa masing-masing.

    Lebih lanjut, Gus Menteri mengingatkan kepala desa agar selalu memperhatikan akar budaya desa masing-masing saat merencanakan pembangunan desa.

    "Artinya apa, seluruh perencanaan pembangunan di desa masing-masing harus bertumpu pada adat budaya yang ada di desa kita itu, yang disebut dengan kearifan lokal, supaya tradisi kita tetap bertahan," kata dia.

    (MBM)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id