Karier Ahok jadi Bos BUMN Tinggal Tunggu RUPS

    Suci Sedya Utami - 21 November 2019 15:05 WIB
    Karier Ahok jadi Bos BUMN Tinggal Tunggu RUPS
    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan babak baru Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk bisa menduduki jabatan di pucuk pimpinan perusahaan pelat merah tinggal menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

    Arya memastikan bakal menjabat sebagai pimpinan perusahaan BUMN di sektor energi. Dia bilang, jika bukan PT Pertamina (Persero), tentu di PT PLN (Persero). Dari informasi yang beredar, mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemungkinan besar akan merapat ke Pertamina. Arya mengatakan Ahok telah memenuhi semua persyaratan untuk menjabat di perusahaan BUMN.

    "Dari syarat-syarat sudah terpenuhi semua. Tinggal nunggu RUPS saja. Apakah Pertamina atau PLN," kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2019.

    Arya bilang Ahok telah memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/02/2015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan, dan Pemberhentian Anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara.

    Dalam regulasi tersebut terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon direksi BUMN, seperti persyaratan formal, persyaratan materiil, dan persyaratan lain.

    Untuk persyaratan formal, dalam Bab II poin A menyebutkan, direksi perseroan adalah orang yang cakap melakukan perbuatan hukum kecuali dalam waktu lima tahun sebelumnya pernah dinyatakan pailit, menjadi anggota direksi atau anggota dewan komisaris serta dewan pengawas yang dinyatakan bersalah dan menyebabkan BUMN atau perusahaan pailit, dan tidak pernah melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara, BUMN atau perusahaan.

    Sementara persyaratan untuk direksi perum yaitu orang yang mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan pailit, tidak pernah menjadi anggota direksi atau anggota dewan komisaris dan dewan pengawas yang dinyatakan bersalah menyebabkan BUMN atau perusahaan pailit, dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara, BUMN atau perusahaan.

    Kemudian persyaratan materil direksi BUMN terdapat pada Bab II poin B yang diantaranya adalah memiliki keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, jujur, prilaku yang baik, dan dedikasi yang tinggi untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan.

    Sedangkan persyaratan lain direksi BUMN adalah bukan pengurus partai politik atau calon anggota dan legislatif, bukan calon dan kepala atau wakil kepala daerah, tidak menjabat sebagai direksi pada BUMN yang bersangkutan selama dua periode berturut-turut, memiliki dedikasi dan menyediakan waktu sepenuhnya untuk melakukan tugasnya dan sehat jasmani dan rohani.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id