Kurangnya Regenerasi Pelaku Industri Kerajinan Wayang Kulit Dusun Gendeng

    Antara - 13 Oktober 2019 14:33 WIB
    Kurangnya Regenerasi Pelaku Industri Kerajinan Wayang Kulit Dusun Gendeng
    Wayang Kulit. Foto : SCMP.
    Bantul: Industri kerajinan wayang kulit di Dusun Gendeng, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkendala regenerasi untuk mempertahankan industri kreatif yang sekaligus aset budaya itu.

    "Di sini (Dusun Gendeng) regenerasinya hampir tidak ada, kami berharap kepada pemerintah memberi perhatian serta bimbingan karena keterbatasan dan kapasitas kami yang kurang, jangan sampai perajin wayang Gendeng punah," kata salah seorang perajin wayang kulit Dusun Gendeng Suprihno (60) saat ditemui di rumah produksi wayangnya di Bantul dikutip dari Antara, Minggu, 13 Oktober 2019.

    Menurut Suprihno, perajin tatah sungging atau wayang kulit di Dusun Gendeng mulai berkurang karena banyak yang beralih profesi dan tidak ada penerus yang melanjutkan.

    Ia sendiri mengaku selalu meyakinkan anak-anaknya sebagai generasi penerus untuk turut melestarikan kerajinan wayang kulit itu. "Kepada anak muda, saya harap bisa 'nguri-uri' (melestarikan) seni adiluhung wayang kulit," kata dia.

    Untuk mendorong regenerasi itu, menurut dia, pemerintah juga perlu membantu mendukung peningkatan kesejahteraan perajin dan penerus kerajinannya. Hal itu, kata dia, karena usaha pelestarian wayang tak terlepas dari memikirkan kelangsungan hidup keluarga perajin wayang.

    Sementara itu, Ketua Paguyuban Perajin Wayang Kulit Desa Gendeng Sukino mengakui regenerasi perajin tatah sungging wayang kulit itu menjadi permasalahan tersendiri dikarenakan kurangnya minat anak muda kepada wayang, juga perajin yang mulai beralih profesi.

    Sukino mengakui rumah produksi wayang kulitnya yang berdiri sejak 1984, saat ini cenderung mengalami penurunan pesanan setiap bulan.

    "Kalau sepi paling ya lima wayang biasanya bisa sampai dua puluh (per bulan). Satu buah wayang besar berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp3 juta," kata dia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id