AFPI Larang Fintech Lakukan Predatory Lending

    Nia Deviyana - 24 September 2019 21:06 WIB
    AFPI Larang Fintech Lakukan <i>Predatory Lending</i>
    Ilustrasi. Foto : AFP.
    Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) menetapkan sejumlah poin dalam pedoman perilaku pemberian layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi secara bertanggung jawab.

    Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI Tumbur Pardede menjelaskan pedoman perilaku menjadi seperangkat prinsip, proses, dan panduan yang disepakati secara bersama, sukarela, dan mengikat untuk memberikan panduan etika serta perilaku bertanggung jawab bagi Penyelenggara yang menawarkan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (LPMUBTI).

    "Setiap definisi dan istilah yang digunakan di dalam Pedoman Perilaku ini mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatur mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi," ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa, 24 September 2019.

    Pedoman perilaku ini, lanjut Tumbur, mengikat bagi setiap anggota asosiasi fintech Indonesia yang  menawarkan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Salah satu yang terdapat dalam poin pedoman perilaku ialah larangan praktik yang tergolong predatory lending.

    "Predatory Lending sebagaimana dimaksud di atas adalah praktik pemberian pinjaman yang mengenakan syarat, ketentuan, bunga, atau biaya-biaya yang tidak wajar bagi penerima pinjaman," jelas Tumbur.

    Dia memaparkan contoh predatory lending mencakup penetapan syarat, ketentuan, atau biaya yang mengandung unsur tipu
    muslihat.

    "Juga penetapan syarat, ketentuan, bunga, dan biaya-biaya yang tidak memperhatikan kemampuan penerima pinjaman untuk mengembalikan pinjaman," jelas dia.

    Selain itu, pinjaman kepada usaha kecil dan menengah, pinjaman mikro, pinjaman konsumen, pinjaman harian, atau bentuk pinjaman lainnya yang mengenakan syarat, ketentuan, bunga, dan biaya-biaya yang tidak wajar.

    Tumbur menegaskan, penetapan jumlah total biaya pinjaman tidak melebihi suku bunga flat 0,8 persen per hari, serta penetapan jumlah total biaya, biaya keterlambatan dan seluruh biaya-biaya lainnya sebesar maksimal seratus persen dari nilai prinsipal pinjaman.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id