Menteri Kelautan Harap Tidak Ada Nelayan yang Dikriminalisasi

    Antara - 31 Januari 2020 13:03 WIB
    Menteri Kelautan Harap Tidak Ada Nelayan yang Dikriminalisasi
    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. FOTO: MI/RAMDANI
    Jepara: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo berharap nantinya tidak ada lagi nelayan yang ditakut-takuti saat melaut maupun dikriminalisasi, kalaupun melakukan kesalahan bisa diberikan pembinaan. Hal itu harapannya bisa berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan para petani.

    "Kecuali terhadap nelayan yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau menangkap ikan menggunakan bahan peledak atau racun, tentunya harus ditangkap karena sudah menjadi komitmen bersama untuk mematuhi aturan," kata Menteri Edhy, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 31 Januari 2020.

    Ia percaya bahwa secara prinsip nelayan tentunya tidak akan mau melakukan kesalahan seperti itu. Terkait kenyamanan nelayan selama melaut, kata dia, pihaknya juga menghadap ke Kapolri, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, serta Kejaksaan Agung.

    Pada kesempatan tersebut, dia mengungkapkan, adanya kemudahan dalam pengurusan izin menyusul adanya Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT) satu jam secara daring. Program perizinan cepat tersebut, katanya, memangkas waktu proses perizinan perikanan tangkap yang semula memakan waktu 14 hari menjadi satu jam.

    Terkait dengan izin nelayan dari Kabupaten Pati, kata dia, silakan diinformasikan jumlah kapal dan kekurangannya sehingga izin belum diterbitkan. "Jika ada permasalahan soal izin, silakan menghadap KKP karena prinsipnya semua pengajuan izin untuk nelayan dipermudah," ujarnya.

    Sementara terkait dengan alat tangkap cantrang, kata dia, pada Februari 2020 memang akan diumumkan ketentuannya. Jika belum siap, maka akan diperpanjang kembali sambil menunggu aturan soal cantrang benar-benar matang.

    Supeno, salah seorang nelayan mengusulkan kepada KKP untuk memperpanjang soal pemanfaatan alat tangkap cantrang sebelum ada kepastian soal regulasinya. "Jika belum siap betul, kami usul untuk diperpanjang penggunaan alat tangkap cantrang," ujarnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id