UMKM Diprediksi Jadi 'Topik Panas' Debat Capres

    Ilham wibowo - 10 April 2019 10:31 WIB
    UMKM Diprediksi Jadi 'Topik Panas' Debat Capres
    Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan (Foto Antara/Hafidz Mubarak)
    Jakarta: Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diyakini bakal menjadi fokus perdebatan sengit kandidat calon presiden. Pasangan Capres Jokowi-Ma'ruf maupun Capres Prabowo-Sandi akan kembali berhadapan dalam debat pada 13 April 2019.

    Sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar seri terakhir debat dengan tema bahasan 'Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri'. Format debat menampilkan calon presiden dan calon wakil presiden.

    "Menurut hemat saya ekonomi kerakyatan atau pemberdayaan akan menjadi topik panas debat, dalam hal ini UMKM," ujar Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun, kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 10 April 2019.

    Ikhsan menyakini para capres memiliki titik berat terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, UMKM memberi kontribusi yang cukup besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir.

    Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen dalam jangka waktu yang sama.  "UMKM adalah primadona sebagai solusi kepada ekonomi kerakyatan yang akan dieksplorasi oleh kedua pasangan," ungkapnya.

    Silang pendapat dipastikan bakal terjadi. Janji di sektor UMKM yang kerap dilontarkan Capres 02 selama kampanye bakal dibantah dengan capaian kinerja dan program yang telah dilakukan Capres 01.

    "Pasangan nomor 02 selama ini singgung ekonomi rakyat tentang UMKM. Padahal pasangan dari 01 Pak Jokowi itu fokus sejak dari awal adalah UMKM, bahkan dalam struktur kontruksi APBN mengutamakan UMKM," kata Ikhsan.

    Menurut Ikhsan pelaku UMKM cukup merasakan dampak luar biasa dari program yang telah dijalankan capres petahana. Akses permodalan hingga pemasaran terus menerus didorong hingga bisa berkontribusi maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    "Sudah terbukti selama kepemimpinan 01 terhadap UMKM itu sudah tinggi, contoh KUR sudah turun tinggi menjadi tujuh persen yang pada awalnya 19 persen lalu turun 14 persen, jadi tentang UMKM sudah sangat luar biasa," ungkapnya.

    Kinerja capres petahana yang diapresiasi juga terkait perpajakan, terlebih akses keuangan syariah kini bisa dilakukan untuk sektor usaha mikro di pedesaan. "Selama ini 02 merasa hanya dia yang eksplorasi. Pada zaman Pak Jokowi ini ada penerapan ekonomi syariah sebagai solusi untuk usaha mikro secara hibah syariah yang dilaksanakan dia setiap desa," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id