• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Menghidupkan Inklusi Ekonomi Kreatif di Bali

Wandi Yusuf - 06 November 2018 12:08 wib
Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Persik. (FOTO:
Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Persik. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Nusa Dua: Inklusi ekonomi kreatif akan menjadi sorotan pada Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) yang akan dibuka esok. Wakil Ketua Badan Ekonomi Kreatif Ricky Joseph Pesik berharap Bali, yang menjadi lokasi penyelenggaraan WCCE, bisa menghidupkan kreativitas sebanyak 2.000 peserta yang hadir.

"Saya berharap Bali meningkatkan kreativitas Anda. Kami akan memastikan bahwa ide Anda tidak akan lenyap menjadi udara tipis," kata Ricky saat menjadi pembicara kunci dalam prapembukaan WCCE yang dikemas dalam acara Teman Ekonomi Kreatif, di Nusa Dua, Bali, Selasa, 6 November 2018.

Ricky menggarisbawahi kekuatan ekonomi kreatif terletak pada inklusivitasnya. "Ia tidak mengenal batas, tidak ada jenis kelamin, tidak ada usia, tidak ada modal atau penghalang pendidikan," katanya.

Ekonomi ini bergerak semata-mata karena kreativitas pikiran dan kemampuan manusia untuk menciptakan ide-ide baru. Sejumlah contoh ekonomi kreatif antara lain program televisi, seni visual, arsitektur, penerbitan, seni pertunjukan, permainan, film, dan musik.

"Ekonomi kreatif dapat diakses oleh semua. Itulah mengapa tema untuk konferensi tahun ini adalah 'Inklusif Kreatif'," ujar dia.

Tahun lalu ekonomi kreatif berkontribusi nyaris Rp1.000 triliun bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Ekonomi kreatif juga menjadi sumber pekerjaan bagi 16,4 juta orang di Indonesia.

"Selama krisis ekonomi dan keuangan global 2008, ketika sektor-sektor lain mengalami kontraksi, layanan kreatif mencatat pertumbuhan positif," katanya.

Banyak tantangan

Meski begitu, tantangan tetap terbentang. Menurutnya, ekonomi kreatif menghadapi beberapa ancaman serius yang jika dibiarkan tidak tertangani akan membahayakan pertumbuhannya. Mulai dari tantangan pembiayaan, pengembangan produk, dan pemasaran.

Apalagi mayoritas pemain ekonomi kreatif adalah usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk itu, dia berharap, dalam forum WCCE ini, para peserta bisa menemukan solusi untuk segala tantangan tersebut.

"Saya percaya kerja sama internasional adalah kunci dalam hal ini. Ini adalah alasan yang mendasari mengapa Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ini," kata Ricky.

Baca: WCCE jadi Ajang Pamer Kreativitas Anak Bangsa

Menurutnya, ekonomi kreatif menawarkan sarana untuk mengatasi tantangan keamanan sosial dan bahkan pada nasional, regional, dan global. Ekonomi kreatif menyediakan lebih dari sekedar peluang ekonomi.

"Ini dapat berfungsi sebagai jembatan komunikasi, pemahaman, dan kepercayaan antara negara dan budaya di dunia yang terlihat semakin terpecah-pecah," katanya.

Membina ekonomi kreatif, kata dia, juga menciptakan pemahaman yang lebih baik antara orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. "Ini adalah alat yang kuat tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk kohesi sosial."

WCCE 2018 merupakan konferensi internasional pertama yang membahas mengenai ekonomi kreatif. Sebanyak dua ribu peserta akan hadir mulai dari pemain ekonomi kreatif, regulator, akademisi, dan masyarakat sipil.

Ada empat isu utama yang akan dibahas, di antaranya kohesi sosial, regulasi, pemasaran, serta ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

Konferensi ini akan menghasilkan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB tahun depan. Harapannya, deklarasi ini semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia, mengingat saat ini telah memasuki era industri 4.0.


(YDH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.