Asosiasi: Bohong Bila tak Ada PHK Pekerja Jalan Tol

    Husen Miftahudin - 25 Oktober 2017 15:48 WIB
    Asosiasi: Bohong Bila tak Ada PHK Pekerja Jalan Tol
    Penjaga loket Tol Bekasi Barat 3 memberikan tiket kepada pengemudi kendaraan pribadi seusai peresmian tol itu di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/7/2017). Foto: Antara/Suwandy
    medcom.id, Jakarta: Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) menyakini operator jalan tol akan memutus hubungan kerja (PHK) kepada para pekerja. Ini imbas program elektrifikasi gardu tol yang akan efektif pada 31 Oktober 2017.

    "Jasa Marga mengatakan bahwa enggak ada PHK, yang ada hanya alih profesi. Itu jelas bohong. Ini bahasa kemasan," ketus Sekjen ASPEK Sabda Pranawa Jati kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.

    Menurutnya, ada 10 ribu pekerja di seluruh jalan tol, terbesar di bawah Jasa Marga dan anak usahanya. Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang penyelenggara jasa jalan tol itu menguasai sekitar 70 persen dengan pekerja sebanyak 7.000 orang.

    Baca juga: Jasa Marga Tegaskan Tidak Ada PHK Petugas Gardu Tol

    Program alih profesi yang diberinama A-Life oleh Jasa Marga hanya kiasan. Sebab hanya 900 pekerja yang bisa menikmati program tersebut.

    "Sementara yang ribuan pekerja lainnya mau dikemanakan? Mereka bilang tetap enggak ada PHK, hanya alih profesi dan enterpreneur. Bohong itu semua," tegasnya.

    Dari 900 pekerja Jasa Marga, jelasnya, terbagi kembali menjadi lima formasi. Program A-Life 1 akan menerima 291 pekerja yang akan ditempatkan di posisi baru sebagai karyawan di Jasa Marga pusat dan cabang.

    Baca juga: Uang Elektronik Gratis Khusus untuk yang Belum Punya

    Sementara untuk Program A-Life 2 hanya menerima 130 pekerja yang ditempatkan di anak perusahaan Jasa Marga. Sedangkan sisanya, Program A-Life 3-5, akan dijadikan sebagai wirausaha.

    "Logika sederhana, mereka itu tetap di-PHK. Mereka yang mendapat alih profesi untuk menjadi enterpreneur dan enterpreneur murni itu pasti kena pemutusan hubungan kerja," tukasnya.

    Baca juga: Tak Punya E-Toll, Puluhan Kendaraan Putar Balik di Tol Ciperna

    Alih profesi menjadi wirausaha dilakukan lewat pendidikan dan pelatihan agar menjadi wirausaha mandiri atau wirausaha dengan dukungan Jasa Marga Group. Wirausaha dengan dukungan yang dimaksud adalah memfasilitasi outlet usaha di berbagai rest area yang dimiliki Jasa Marga Group.

     



    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id