Karyawan Peruri Bisa Beli Rumah dari BPJS Ketenagakerjaan & BTN

    Dian Ihsan Siregar - 24 Oktober 2017 18:29 WIB
    Karyawan Peruri Bisa Beli Rumah dari BPJS Ketenagakerjaan & BTN
    Illustrasi. ANT/FB Anggoro.



    medcom.id, Jakarta: Tiga perusahaan pelat merah, yakni Perum Peruri, BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melakukan penandatanganan kerja sama demi menyukseskan pemberian kemudahan fasilitas kredit kepemilikan rumah bagi karyawan Perum Peruri.

    Kerja sama tersebut terkait pemberian kemudahan fasilitas kredit kepemilikan rumah bagi karyawan Peruri melalui Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan.

     



    Adapun mekanisme pembiayaan MLT melalui tiga skema yaitu penyaluran kredit langsung melalui perbankan, investasi pada efek yang diterbitkan emiten properti dan perumahan, serta melalui instrumen pasar modal terkait properti dan perumahan.

    Untuk karyawan Peruri, BPJS Ketenagakerjaan akan menyediakan produk atau fasilitas pembiayaan untuk rumah subsidi melalui BTN dengan harga maksimal Rp141 juta dan nonsubsidi maksimal Rp500 juta. Sementara itu, bagi pelaksana atau kontraktor yang membangun rumah subsidi dan nonsubsidi diberikan fasilitas kredit konstruksi dengan bunga pinjaman rendah.

    Direktur Utama Peruri, Prasetio menjelaskan, MoU ini merupakan wujud sinergi antara BUMN dan lembaga negara. Harapannya melalui sinergi ini dapat tercipta kerja sama yang saling menguntungkan seluruh pihak guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Selain itu, pengembang yang akan melaksanakan proyek pembangunan perumahan karyawan ini juga akan dilaksanakan oleh anak perusahaan Peruri yaitu PT Peruri Property (PePro), yang juga akan memanfaatkan kredit konstruksi dari BPJS Ketenagakerjaan.

    "Pihak Peruri akan menyediakan fasilitas perumahan bagi karyawan yang memenuhi persyaratan di atas lahan Yayasan Pegawai Perum Peruri (Yapetri) seluas 2,3 hektare yang berlokasi di Karawang. Program ini merupakan bentuk nyata Peruri sebagai agent of development memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Prasetio, ditemui di kantor Peruri, Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.

    Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menambahkan, karyawan Peruri yang mengajukan fasilitas ini akan diberikan kemudahan dalam bentuk uang muka satu persen dan bunga KPR sebesar lima persen. Sedangkan untuk rumah subsidi berupa uang muka lima persen dan bunga KPR sebesar tiga persen di atas bunga referensi untuk rumah nonsubsidi.

    "Kerja sama dengan Peruri ini serupa dengan kerja sama yang sebelumnya telah kami lakukan dengan Lion Air Group. Kami mendorong pemberi kerja lainnya juga mengikuti langkah ini untuk menyediakan perumahan terjangkau bagi karyawannya," tutur Agus.

    Senada, Direktur Utama BTN Maryono menambahkan, kerja sama dengan Peruri dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk sinergi untuk menyukseskan program sejuta rumah yang diinisiasi pemerintah. Dalam program sejuta rumah, yang dibutuhkan adalah pasokan rumah, oleh karena itu pihaknya berharap kepada seluruh BUMN bisa mengoptimalkan lahan kosong mereka untuk pemukiman karyawan sehingga mempercepat program sejuta rumah.

    Langkah Peruri patut diapresiasi dan diikuti oleh BUMN lain yang memiliki lahan menganggur untuk dimanfaatkan menjadi pemukiman bagi karyawan.

    "Pembiayaan perumahan dengan skema dari BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawan mereka," pungkas Maryono.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id