comscore

Pemerintah Dorong Sagu jadi Alternatif Pangan

Kautsar Widya Prabowo - 27 Juli 2018 14:13 WIB
Pemerintah Dorong Sagu jadi Alternatif Pangan
Tabaha (makanan tradisional Simeuleu Tengah, Aceh) yang terbuat dari tepung sagu. (FOTO: MI/Amiruddin)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong sagu dapat menjadi alternatif pangan pengganti beras. Hal tersebut didorong dengan potensi Indonesia sebagai sumber penghasil sagu terbesar di dunia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Syukur Iwantoro menjelaskan Indonesia memiliki luas area sagu lebih dari empat juta hektare (ha), yang apabila diproduksi dapat sebanyak 385.761 ton setara tepung pati yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Hal ini dapat menghemat devisa negara, saat ini kita kita sudah mengekspor sagu dalam jumlah yang semakin meningkat dari 4.195 ton pada 2010 menjadi 10.832 ton pada 2016," ujarnya dalam sambutan Pembukaan Gelar Pangan Nusantara 2018, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti Irwan yang sekaligus sebagai Ketua Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Fokus-Kapassindo) menjelaskan sagu sebagai salah satu komoditas asli Indonesia dengan potensi melimpah, seperti di Papua memiliki hampir empat juta ha sagu, harus didorong untuk dikembangkan.

"Saat ini yang tercatat di organisasi kami, ada 67 kabupaten/kota penghasil sagu di Indonesia. Dengan potensi lahan tersedia hampir enam juta ha," imbuhnya.

Namun saat ini, lahan yang tergarap dengan baik baru ada di beberapa daerah seperti di Kabupaten Kepulauan Meranti dan beberapa daerah. Hal tersebut menjadikan sagu menjadi salah satu komoditas ekspor yang diandalkan di Kepulauan Meranti.

"Kepulauan Meranti, kami sudah mengekspor sagu kering dengan kualitas tinggi, satu tahun rata-rata 3.000 ton yang dihasilkan oleh PT Nasional Sagu Prima. Sagu ini dikirim antara lain ke Jepang, Singapura, Malaysia, dan Cirebon," tuturnya.

Ia menilai pada skala nasional sagu belum termasuk komoditas strategis pangan Indonesia, sehingga pemerintah diharapkan dapat menyosialisasikan kepada masyarakat manfaat lebih dari sagu, sehingga jenis makanan dari sagu dapat diterima oleh masyarakat.

"Saya pikir ini perlu terus kita sosialisasikan agar masyarakat mengetahui bahwa sagu bisa dikembangkan dan bisa dijadikan makanan layaknya beras atau gandum," pungkasnya.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id