Menkeu: Kerja Sama Bilateral Mampu Kurangi Dampak Perang Dagang

    Husen Miftahudin - 16 Juli 2019 15:46 WIB
    Menkeu: Kerja Sama Bilateral Mampu Kurangi Dampak Perang Dagang
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui perang dagang berdampak ke seluruh negara di dunia. Untuk meminimalisasi pengaruhnya, beberapa negara melakukan kerja sama bilateral.

    Bank Indonesia (BI) misalnya, melakukan kerja sama dengan beberapa negara kawasan Asia Tenggara untuk menggunakan mata uang lokal (bilateral currency) dalam perdagangan antarnegara tersebut. Upaya itu untuk mengurangi ketergantungan dolar Amerika Serikat.

    "Bisa juga dengan melakukan trade bilateral atau regional. Itu semuanya menjadi kompensasi bagaimana kita mencoba mengurangi dampak negatif dari global tersebut di dalam negeri masing-masing," ujar Sri Mulyani dalam seminar Indef di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Juli 2019.

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan negara-negara ASEAN terkena dampak berbeda-beda dari perang dagang. Semakin negara tersebut ada di dalam supply chain dunia, negara itu bakal berpengaruh besar terhadap perang dagang.

    "Semakin dia tergantung kepada trade mereka akan terpengaruh terhadap global revenue dan global trade. Semakin dia mendominasi sektor manufakturnya, maka mereka akan terdampak sangat besar," imbuhnya.

    Perang dagang dan melemahnya perekonomian global sebenarnya hanya berdampak kecil bagi Indonesia. Ini lantaran Indonesia tidak dekat dengan supply chain, sementara sektor manufaktur RI juga tidak mengalami peningkatan.

    "Itu good dan bad. Good pada saat seperti ini kita justru enggak kena. Ini lucu sebenarnya," kelakar Sri Mulyani.

    Di sisi lain, Indonesia juga punya kesempatan emas dalam kondisi seperti saat ini. Tinggal bagaimana pemerintah berani mengambil kesempatan tersebut untuk menjadikan Indonesia 'naik kelas'.

    "Saat terjadi gonjang-ganjing terhadap trade, kita sebenarnya less (dampaknya sedikit). Tetapi pada saat ada opportunity, kita juga menjadi lessable (kurang mampu) untuk menggunakan opportunity," tutur dia.

    Sebab setiap keputusan kebijakan pemerintah terhadap ekonomi globalnya, maka punya pengaruh tersendiri. "Ini membuat policy dengan kesadaran bahwa setiap policy ada sisi lain yang kita harus lihat konsekuensinya," pungkas Sri Mulyani.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id