Apresiasi Audit BPK, Erick Thohir Siap Sembuhkan Jiwasraya

    Suci Sedya Utami - 08 Januari 2020 18:46 WIB
    Apresiasi Audit BPK, Erick Thohir Siap Sembuhkan Jiwasraya
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi hasil audit Badan Pameriksa Keuangan (BPK) terhadap PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Selain itu mengapresiasi juga upaya yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung terhadap kasus yang menimpa perusahaaan pelat merah itu.

    "Kementerian BUMN mengapresiasi hasil kerja BPK yang sebetulnya juga sudah memberikan laporan mengenai hal ini sudah sejak 2008 menurut catatan saya," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.

    Di sisi lain, kata Erick, Pemerintah sejak 2006 sampai hari ini sudah konsisten mencari solusi atas persoalan ini. Erick mengatakan penanganan yang sedang dilaksanakan oleh BPK bersama Kejaksaan sudah sejalan dengan koordinasi yang telah dilakukan bersama.

    Ia mengatakan di saat seperti ini, semua pihak harus saling bahu-membahu mencari solusi sesuai porsinya. BPK akan mencari kerugian negara yang ditimbulkan dari apa yang terjadi di Jiwasraya, Kejaksaan akan memproses secara hukum dan

    "Kami di Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan juga OJK tentunya segera menindaklanjuti formula yang sudah kami siapkan untuk menyembuhkan Jiwasraya," jelas Erick.

    BPK menemukan adanya manipulasi laporan keuangan oleh Jiwasraya. Hal ini sebagaimana investigasi BPK terhadap Jiwasraya yang telah dilakukan sejak 2010-2019 dengan dua kali pemeriksaan yaitu dengan tujuan tertentu di 2016 dan pemeriksaan investigasi pendahuluan di 2018.

    Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan permasalahan Jiwasraya sudah terjadi sejak 2016. Pada saat itu perusahaan telah mencatatkan laba, padahal laporan keuangan tersebut seharusnya mengalami kerugian.

    Selain itu BPK mengatakan kasus Jiwasraya berpotensi sistemik. Dengan melihat kondisi yang ada sekarang ini, BPK berharap pemerintah mengambil kebijakan yang berhati-hati agar kasus seperti Jiwasraya tidak berdampak ke sektor lainnya.

    "Kasus jiwasraya ini cukup besar skalannya, bahkan saya katakan gigantik, sehingga memiliki risiko sistemik," kata Agung.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id