comscore

Satgas 115 Investigasi Kapal Tiongkok

26 April 2016 18:29 WIB
Satgas 115 Investigasi Kapal Tiongkok
illlustrasi. ANTARA FOTO/Septianda Perdana.
medcom.id, Jakarta: Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal atau Satgas  115 menginvestigasi kapal ikan asing berbendera Tiongkok, FV Hua Li-8 yang ditangkap di kawasan perairan Aceh, Jumat, 22 April.

"Satgas 115 datang (menginvestigasi) sebagai bentuk kerja sama internasional untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal," kata Ketua Staf Ahli Satgas 115, Mas Achmad Santosa, dalam siaran pers yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dikutip dari Antara, Selasa (26/4/2016).
Mas Achmad Santosa mengungkapkan, sebelumnya Tim Satgas 115 telah mendapatkan informasi dari organisasi Interpol pusat bahwa kapal FV Hua Li-8 akan melintasi perairan Selat Malaka.

Kapal FV Hua Li-8 telah diberikan peringatan purple notice oleh Interpol sehingga pengejaran juga segera dilakukan oleh TNI Angkatan Laut dengan menggunakan dua kapal KRI.

Setelah TNI-AL Indonesia berhasil mengamankan kapal FV HUA LI-8, Pemerintah Indonesia mendapat informasi bahwa kapal tersebut sedang terlibat dalam dua perkara hukum di Argentina.

"Sudah ada satu putusan dari pengadilan Argentina, yang juga berisi permintaan bantuan khusus kepada pemerintah Indonesia untuk memeriksa dan menahan," jelasnya. 

Untuk itu, ujar dia, Satgas 115 turun ke lapangan untuk melihat kondisi fisik kapal FV Hua Li-8 beserta dengan dokumen-dokumen yang ada terkait aktivitas penangkapan ikan serta menjamin perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi seluruh anak buah kapal (ABK).

TNI Angkatan Laut berhasil menangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Tiongkok FV Hua Li-8, yang merupakan buronan Interpol Argentina dengan menggunakan dua kapal perang yaitu KRI Viper-820 dan KRI Pati Unus 384 di Belawan, Sumatera Utara, Jumat (22/4).

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, di Jakarta, Jumat, mengatakan, sebelum dilakukan penangkapan, TNI Angkatan Laut menerima informasi adanya kapal berbendera Tiongkok yang merupakan buronan Interpol Argentina sedang berada di wilayah Perairan Indonesia.

"Setelah menerima informasi tersebut, dengan segera TNI Angkatan Laut mengirimkan dua KRI nya yaitu KRI Viper-820 dan KRI Pati Unus-384 untuk melakukan pengejaran," kata Kadispenal.

Posisi terakhir sebelum ditangkap, KIA FV Hua Li-8 berada di wilayah perairan 29 Nautical Mile (NM) dari Lhokseumawe, Aceh. Diketahui KIA FV Hua Li-8 merupakan kapal yang melakukan modus operandi pelanggaran dengan melakukan penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan Argentina pada 29 Februari, dan sepanjang pelayaran serta melakukan perdagangan dan perbudakan.

Sementara itu, Kepala Dispenarmabar Letko Laut (KH) Ariris Miftachurrahman, mengatakan, upaya penangkapan ini juga merupakan realisasi dari bentuk kerja sama antar negara dalam rangka memberantas praktek-praktek illegal fishing. Proses penangkapan kapal FV Hua Lie 8 juga melibatkan pesawat Casa U-618 yang langsung digerakkan dari pangkalannya di Tanjungpinang. 

"Kapal ikan asing itu berhasil ditangkap oleh KAL Viper tepat pukul 14.53 WIB di posisi 05 28 03 U-098 32 05 T," kata Ariris.


(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id