2020, Gapri Prediksi Banyak PHK di Industri Rokok

    Annisa ayu artanti - 03 Oktober 2019 09:14 WIB
    2020, Gapri Prediksi Banyak PHK di Industri Rokok
    Ilustrasi buruh rokok. FOTO: dok MI.
    Jakarta: Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gapri) memprediksi tahun depan akan banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan yang bekerja di industri rokok. Pasalnya, kenaikan cukai rokok akan berimbas kepada kinerja penjualan perusahaan.

    Ketua Gapri Henry Najoan mengatakan asosiasi sudah memperkirakan penurunan penjualan akibat adanya cukai rokok berkisar 15 persen. Dari penurunan penjualan itu, membuat industri harus melakukan efisiensi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Salah satu efisiensi yang dilakukan nanti adalah memberhentikan para karyawannya.

    "Ya secara otomatis pelaku bisnis, anggota kami pada saat penjualan turun ya akan dilakikan efisiensi. Efisiensi dalam hal tersebut," kata Henry, di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Meski demikian, lanjut Hanry, PHK dalam industri rokok bergantung pada kemampuan masing-masing perusahaan. Perusahaan yang memiliki portofolio penjualan bagus dan beragam kemungkinan tidak terlalu terdampak kenaikan cukai rokok tahun depan.

    "Kalau masalah PHK sudah tergantung kemampuan masing-masing perusahaan. Tapi jangka panjang akan dilakukan efisiensi," ucap dia.

    Sebelumnya, Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin telah memprediksi PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan kesulitan menghadapi kenaikan cukai rokok. Perusahaan akan kesulitan membebankan seluruh beban kenaikan cukai ini kepada konsumen. Sebab, rokok Gudang Garam masih didominasi oleh kalangan menengah-bawah.

    Sementara untuk PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), Bahana Sekuritas melihat, perusahaan akan sedikit lebih leluasa menaikkan harga rokoknya karena portfolio produk rokok yang lebih berimbang.

    Dalam hitungan sementara, kan rata-rata tarif cukai sebesar 23 persen produsen rokok akan membebankan kenaikan tersebut kepada konsumen dengan menaikkan harga jual rata-rata sekitar 16-18 persen.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id