Pemerintah Bidik Milenial Investasi di ORI016

    Suci Sedya Utami - 02 Oktober 2019 17:11 WIB
    Pemerintah Bidik Milenial Investasi di ORI016
    Ilustrasi. Foto : Medcom.
    Jakarta: Pemerintah telah membuka penawaran obligasi negara ritel seri ORI016 dengan target indikatif penerbitan sebesar Rp9 triliun. Untuk mencapai target tersebut pemerintah menyasar milenial untuk berinvestasi di instrumen tersebut.

    Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Loto Srinaita Ginting mengatakan bila dilihat secara historis pada penerbitan sebelumnya seri ORI015 dan saving Bond Ritel seri SBR008 para usia milenial termasuk besar porsinya.

    ORI015 misalnya secara volume nilai investasinya generasi milenial 19-39 tahun memegang porsi 13,93 persen dan secara jumlah investor sebesar 24,46 persen. Begitu juga dengan SBR008 secara volume nilai investasinya milenial memiliki porsi 18 persen dan secara jumlah investor memegang porsi 52 persen.

    Loto mengatakan apalagi penerbitan ORI016 merupakan obligasi ritel pertama yang bisa diakses atau dipesan melalui sistem online. Dia meyakini dengan sistem online ini akan mempermudah milenial berinvestasi di ORI016.

    "Seharusnya dari data itu, dengann sistem online kan kalau kita lihat pengalaman SBR partisipasi milenial jauh meningkat dibanding yang offline. Kita harapkan  komposisi tersebut terjadi juga karena ditawarkan secara online," kata Loto di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Proses pemesanan pembelian dapat dilakukan melalui empat tahap yakni registrasi, pemesanan, pembayaran dan konfirmasi. Proses registrasi dapat dilakukan kapan saja, sedangkan tiga proses lainnya dapat dilakukan selama periode pemesanan 2-24 Oktober 2019 hingga pukul 10.00 WIB.

    Loto mengatakan minimal pembelian ORI016 yakni Rp1 juta dan maksimal pembelian Rp3 miliar. Ia bilang dengan tingkat bunga 6,8 persen per tahun dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2022, ORI016 dinilai sangat menguntungkan karena dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan berpotensi memperoleh capital gain. Ia menjelaskan ORI016 juga memiliki holding periode apabila ingin dipindahkanbukukan di pasar sekunder mulai 15 Desember 2019.

    Lebih lanjut, Loto mengatakan setiap bulan pemerintah juga telah memperhitungkan return yang bisa didapatkan oleh investor dengan tingkat bunga tersebut tentunya setelah dipotong. Ia mencontohkan apabila investasi Rp1 juta, maka dalam sebulan akan mendapatkan keuntungan Rp4.817 per unit. Lalu bila investasi Rp100 juta maka investor akan meraih cuan di rekeningnya sebesar Rp481.667 dan lain sebagainya.

    "ORI ini instrumen investasi yang cukup aman dan bisa dapat cuan," jelas Loto.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id